Selasa 12 Oktober 2021, 08:35 WIB

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Didominasi Gempa Hybrid

Agus Utantoro | Nusantara
Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Didominasi Gempa Hybrid

Antara
Gunung Merapi dilihat dari kawasan Kaliurang, DIY

 

AKTIVITAS vulkanik Gunung Merapi, sepanjang 12 jam dari hari Senin (11/10) pukul 18.00 WIB hingga hari Selasa (12/10) pukul 06.00 WIB didominasi dengan gempa fase banyak atau hybrid sebanyak 139 kali.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Heru Suparwaka, menjelaskan, selama 12 jam tersebut, juga terjadi guguran lava pijar sebanyak 26 kali dengan jarak luncur terjauh 2.000 meter dari puncak dan semuanya mengarah ke barat daya.

"Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-50 m di atas puncak kawah," katanya.

Kegempaan, ujarnya, seismogram mencatat terjadi gempa guguran sebanyak 132 kali dengan durasi maksimal 160,2 detikdan amplitudo maksimal 40 milimeter, gempa hembusan sebanyak 22 kali dengan durasi maksimal 46,8 detik dan amplitudo maksimal 9 milimeter.

"Gempa lainnya, fase banyak atau hybrid sebanyak 139 kali dengan amplitudo maksimal 10 milimeter dan durasi maksimum 11 detik," katanya. Gempa tektonik jauh 1 kali dan gempa low frequency 4 kali.

Disebutkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

"Status masih Siaga atau Level III. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Dua Kubah Lava Gunung Merapi Semakin Tinggi

 

Baca Juga

rnli.org

Polairud Jepara Mengapresiasi Peningkatan Kesadaran Nelayan Kenakan Life Jacket

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 10:21 WIB
Tidak ada alasan bagi nelayan tidak memakai jaket pelampung saat melaut karena sudah diberikan bantuan alat keselamatan saat...
Medcom

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Sejoli di Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 08:56 WIB
Penghentian kasus itu dilakikan lantaran pelaku ST, 56, pensiunan TNI-AD telah melakukan bunuh diri, Sabtu...
Medcom

Cemburu Buta Jadi Motif Penembakan Sesama Polisi di Lombok Timur

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 08:49 WIB
Motif MN menembak HT lantaran cemburu buta usai melihat korban sering berkirim pesan (chatting) dengan istri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya