Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menteri Kehutanan: tidak Boleh Ada Lagi Penambangan Liar di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi

Ardi Teristi Hardi
27/11/2025 21:26
Menteri Kehutanan: tidak Boleh Ada Lagi Penambangan Liar di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
Ilustrasi(MI/ARDI TERISTI)

SEBUAH lahan bekas penambangan liar yang telah ditinggalkan penambang di Kabupaten Magelang, Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menjadi lokasi penanaman pohon dalam momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Ada sekitar 50 hektar lahan di TNGM yang rusak akibat penambangan liar akan dipulihkan lagi ekosistemnya dengan penanaman pohon.

"Tidak boleh ada lagi tanbang liar (di lereng Gunung Merapi) yang justru akan menimbulkan bencana," terang Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan di sela-sela kegiatan penanaman pohon di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan penanaman ini merupakan bagian penanaman pohon serentak di 32 provinsi. “Penanaman serentak ini adalah wujud nyata kerja bersama untuk memulihkan fungsi Daerah Aliran Sungai dan lahan kritis,” terang Raja Antoni di Taman Nasional Gunung Merapi, Magelang, Selasa (25/11).

Raja Antoni menyampaikan, langkah rehabilitasi ini sekaligus meneguhkan komitmen Presiden Prabowo Subianto di forum PBB mengenai percepatan pemulihan 12 juta hektare hutan dan lahan yang terdegradasi. 

Kegiatan ini, tegas dia, bukan hanya penanaman, tetapi bagian dari strategi nasional menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan pangan, energi, serta air.

"Penanaman ini juga bagian dari melaksanakan perintah Pak Presiden Prabowo, sudah mengikrarkan diri di depan dunia untuk menanam 12 juta hektar lahan kritis," ungkap dia.

Saat ini, pihaknya sedang menyusun skema agar 12 juta hektar ini dalam beberapa kurun waktu ke depan dapat kita tanam bersama-sama. "Saya berharap dengan sekema Perpres 110 akan memotivasi pihak swasta dan masyarakat untuk menanam hutan kita yang gundul dan secara bersamaan dapat mendapat manfaat ekonomi dari karbon," lanjut dia.

Raja Antoni juga menyebut pihaknya saat ini terus melakukan penegakkan hukum di kawasan hutan salah satunya terhadap penambangan ilegal. Ia lantas mengajak seluruh pihak tidak hanya menanam, melainkan juga menjaga agar bibit yang ditanam tetap tumbuh. 

Kementerian Kehutanan melalui Gakkum giat melakukan penegakan hukum. Ia manyadari, pentingnya pasir bagi ekonomi masyarakat. Namun, tentu penambangan harus melalui regulasi yang tepat. 

"Yang paling penting (dari momen ini) tidak hanya menanam tapi juga menjaga dan merawat apa yang kita tanam," terang Raja Antoni. 

Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi menyampaikan, kerusakan kawasan konservasi akibat aktivitas tambang pasir dan batu telah memasuki kawasan TNGM. Hingga Oktober 2025, total kerusakan di Kawasan TNGM di Kabupaten  Magelang tercatat mencapai sekitar 409 hektare. 

Kerusakan yang terjadi sebagian besar berada di luar alur sungai. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tambang telah merangsek masuk ke kawasan hutan.

Tempat penanaman pohon ini, misalnya, merupakan contoh yang dirusak oleh penambangan liar. "Ketika kualitas pasirnya tidak bagus, mereka kemudian meninggalkannya begitu saja," terang dia.

Selain penanaman pohon di 50 hektar kawasan TNGM, pihaknya juga akan melakukan kajian terkait pemulihan ekosistem di lokasi-lokasi bekas penambangan liar yang berada di kawasan TNGM.

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto menekankan pentingnya penanaman serentak, sejalan dengan Asta Cita ke-2 Presiden Prabowo, yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

"Komisi IV berkomitmen penuh meberikan dukungan baik dari sisi legislasi maupun anggaran untuk penanaman. Kami berada di sini membuktikan bahwa parlemen dan pemerintah satu suara dalam melestarikan alam," lanjut Titiek. 

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, anggota komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro, Wagub DIY Kanjeng KGPAA Paku Alam X dan Sekda Jateng Sumarno. Selain menanam pohon, kegiatan ini juga diisi dengan pelepasliaran Elang Jawa dan beberapa jenis burung lokal.

Dalam kesempatan ini Menhut juga menyapa sejulah daerah yang turut melakukan penanaman serentak, diantaranya Wamenhut Rohmat Marzuki yang berada di Sumedang. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya