Rabu 10 November 2021, 17:05 WIB

Banjir Bandang Kota Batu Diduga Imbas Kebakaran Hutan

Bagus Suryo | Nusantara
Banjir Bandang Kota Batu Diduga Imbas Kebakaran Hutan

Antara/Ari Bowo Sucipto.
Api membakar hutan di lereng Gunung Arjuno terlihat dari Desa Landungsari, Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019).

 

DINAS Kehutanan Provinsi Jawa Timur mengklaim kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo dalam kondisi baik. Karena itu, unit pelaksana teknis yang mengelola 27.688 hektare kawasan hutan konservasi itu tak ingin disalahkan dalam kasus banjir bandang di Kota Batu, Kamis (4/11), yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.

"Kalau yang analisa vegetasi dari citra satelit, kondisi kawasan kami memang ada bekas kebakaran hutan pada 2019. Tapi, kondisi saat ini vegetasi relatif baik," tegas Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Ahmad Wahyudi, Rabu (10/11).

Ia menjelaskan kondisi alami vegetasi di Gunung Biru cukup bagus. Kawasan itu berbatasan dengan hutan yang dikelola Perum Perhutani. "Dari longsor seperti dirilis BPBD dan BNPB, pal batas kami masih 2 kilometer ke atas," tegasnya.

Terkait penyebab banjir bandang di Kota Batu, dimungkinkan ada faktor-faktor imbas kebakaran hutan pada 2019 selain tingginya intensitas curah hujan. "Mungkin faktor-faktor itu ada (imbas kebakaran hutan)," katanya.

Namun, ia berpedoman pada hasil analisis BNPB. "Saya berpegang pada yang dirilis BNPB bahwa hujan ekstrem, kondisi topografi lahan curam memicu longsoran karena ada dam alami. Air tertampung kian banyak, daya tahannya tidak mampu menahan, akhirnya jobol, lalu banjir bandang," imbuhnya.

Kawasan hutan konservasi Tahura Raden Sorjo meliputi wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Batu, Jawa Timur. Kawasan berada dalam gugusan kompleks pegunungan Arjuno Welirang dan Anjasmoro.

Luas kawasan mencapai 27.688 hektare. Sekitar 4.700 hektare hutan di antaranya berada di Kota Batu.

Baca juga: Warga Pisa Protes Kesulitan Air Minum akibat Proyek Jalan PT SAK

Faktanya, sesuai pengamatan udara dan foto citra satelit, BPBD Kota Batu menemukan banyak titik longsor dan batang-batang pohon menumpuk di lembah Gunung Pucung. Lokasinya tak jauh dengan kawasan hutan Perum Perhutani dan Tahura Raden Soerjo. Longsor membawa kayu dan tanah menutup bendung alam, lalu terbawa arus hujan menerjang permukiman penduduk. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Hewan Ternak Sembuh dari PMK di NTB Capai 28 Ribu Ekor

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 11:30 WIB
Angka kesembuhan hewan ternak dari serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat hingga mencapai 28.132...
Dok. Rodalink Indonesia

Dorong Gaya Hidup Sehat, Rodalink Tambah Outlet Baru di Bandung Raya

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 11:04 WIB
Lokasinya persis di seberang Rumah Sakit Karisma atau sekitar 1 km dari pintu tol Padalarang dan Kota Baru...
ANTARA

Bantul Dikunjungi 48 Ribu Lebih Wisatawan Selama Tiga Hari

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 10:53 WIB
Destinasi wisata di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikunjungi sebanyak 48.585 wisatawan selama libur akhir pekan dari 1...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya