Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kehutanan Provinsi Jawa Timur mengklaim kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo dalam kondisi baik. Karena itu, unit pelaksana teknis yang mengelola 27.688 hektare kawasan hutan konservasi itu tak ingin disalahkan dalam kasus banjir bandang di Kota Batu, Kamis (4/11), yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.
"Kalau yang analisa vegetasi dari citra satelit, kondisi kawasan kami memang ada bekas kebakaran hutan pada 2019. Tapi, kondisi saat ini vegetasi relatif baik," tegas Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Ahmad Wahyudi, Rabu (10/11).
Ia menjelaskan kondisi alami vegetasi di Gunung Biru cukup bagus. Kawasan itu berbatasan dengan hutan yang dikelola Perum Perhutani. "Dari longsor seperti dirilis BPBD dan BNPB, pal batas kami masih 2 kilometer ke atas," tegasnya.
Terkait penyebab banjir bandang di Kota Batu, dimungkinkan ada faktor-faktor imbas kebakaran hutan pada 2019 selain tingginya intensitas curah hujan. "Mungkin faktor-faktor itu ada (imbas kebakaran hutan)," katanya.
Namun, ia berpedoman pada hasil analisis BNPB. "Saya berpegang pada yang dirilis BNPB bahwa hujan ekstrem, kondisi topografi lahan curam memicu longsoran karena ada dam alami. Air tertampung kian banyak, daya tahannya tidak mampu menahan, akhirnya jobol, lalu banjir bandang," imbuhnya.
Kawasan hutan konservasi Tahura Raden Sorjo meliputi wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Batu, Jawa Timur. Kawasan berada dalam gugusan kompleks pegunungan Arjuno Welirang dan Anjasmoro.
Luas kawasan mencapai 27.688 hektare. Sekitar 4.700 hektare hutan di antaranya berada di Kota Batu.
Baca juga: Warga Pisa Protes Kesulitan Air Minum akibat Proyek Jalan PT SAK
Faktanya, sesuai pengamatan udara dan foto citra satelit, BPBD Kota Batu menemukan banyak titik longsor dan batang-batang pohon menumpuk di lembah Gunung Pucung. Lokasinya tak jauh dengan kawasan hutan Perum Perhutani dan Tahura Raden Soerjo. Longsor membawa kayu dan tanah menutup bendung alam, lalu terbawa arus hujan menerjang permukiman penduduk. (OL-14)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved