Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI kelapa sawit di kawasan Provinsi Aceh sekarang bersyukur dan tersenyum lebar. Pasalnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawi di sana menggembirakan.
Amatan Media Indonesia di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Nagan Raya dan Aceh Barat, para petani sawit
semakin rajin membersihkan kebun. Mereka hampir setiap hari mengontrol perkembangan tanaman jenis palm tersebut.
Kesungguhan petani itu termotivasi dari harga tinggi. Apalagi kenaikan harga seperti sekarang ini tidak pernah dirasakan sebelumnya.
Di Kabupaten Aceh Utara misalnya harga sawit tandan buah segar ditingkat tengkulak pada Oktober mencapai Rp2.000 per kg, Sekarang naik berkisar Rp2.700 hingga Rp2.800 per kg.
Lebih mahal lagi ditingkat pabrik pengolahan CPO yang mencapai pada kisaran 3.000 hingga 3.100 per kg. Padahal bulan lalu harga di tingkat pabrik baru berkisar 2.300 hibgga 2.400 per kg.
Petani sawit di Desa Matang Peusangan, Kecamatan Matangkuli, Teungku Zajaria, kepada Media Indonesia, Jumat (5/11) mengatakan, sebelumnya tidak pernah harga sawit itu setinggi sekarang.
"Bahkan sekitar setahun lalu untuk mencapai Rp1.000 saja sangat susah. Alhamdulillah sekarang harganya sedang berpihak kepada petani" kata Teungku Zakaria.
Pihaknya berharap harga seperti sekarang terus berhahan. Karena ongkos dan biaya produksi sawit tergolong tinggi.
Apalagi para petani sawit di pedalaman Aceh Utara itu hanya berharap dari hasil panen. Mereka bukan pengusaha yang memiliki kebun luas dan tidak mempunyai usaha selain bertani.
"Kebunnya pun kami tidak luas, pali satu atau dua hektar. Lokasinya di sekitar perkebunan perusahaan besar. Bahkan sebagian kami hanya menanam di pekarangan rumah yang hasilnya bisa untuk menutupi kebutuhan makan keluarga" tambah Teungku Zakaria, yang juga Imam Besar Masjid Matang Peusangan. (OL-13)
Baca Juga: Kementan Lakukan Pemantapan Peserta Magang ke Jepang
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved