Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN hama ulat penggerek daun bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh meluas.
Itu sebabnya para petani bawang bumbu masakan itu semakin terusik atau tidak nyaman. Mereka takut ulat berwarna hijau melata tersebut akan melebar berbagai lokasi lain.
Penelusuran Media Indonesia, hama ulat berbahaya sebesar ujung lidi kelapa itu, awalnya terserang di Desa Pulo Blang. Sehingga lahan yang terserang itu haru memanen lebih awal.
"Bukan saja menyerang batang daun bagian bawah hingga layu, tapi ulat berjalan menjangkau itu juga sampai menggerogoti buah atau umbi bawang merah dalam tanah hingga gosong," tutur Amin, petani di Kecamatan Simpang Tiga, Rabu (30/7).
Lokasi paling parah serangan adalah lahan bawang di kawasan Desa Pulo Blang. Ironisnya kini telah menyebar ke lokasi lain, di antaranya Desa Linggong Sagoe dan Desa Gong.
Fadlon petani di Desa Pulo Blang mengatakan, pihaknya telahnerusahan menyemprot berbagai racun pestisida. Sayangnya hama ulat berwarna hijau itu belum juga hilang. Bahkan populasi sangat cepat.
Dikhawatirkan bila serangan itu terus berlanjut puluhan hektar lahan bawang merah setempat bisa berakibat puso (gagal panen). Hal itu akan merugikan petani lebih besar.
Mereka berharap ada bantuan pemerintah atau dinas terkait untuk mengatasi serangan tersebut. Paling kurang ada bantuan racun pestisida atau cara lainnya untuk penanganan lebih efektif.
"Kalau gagal panen bawang, darimana lagi modal kami ke depan. Bila bawang tidak berhasil, akan mempengaruhi juga modal untuk menanam padi ke depan" tutur petani lainnya.
Penelusuran Media Indonesia, ada sekitar 50 hektare (ha) lahan bawang merah di kawasan Kecamatan Simpang Tiga. Tanaman berumbi bahan baku bumbu masakan itu umumnya ditanami di sawah untuk beralih dari menanam padi.
Itu karena lokasi tersebut tidak mencukupi sumber air saat musim tanam gadu (musim tanam kedua). Pasalnya Kecamatan Simpang Tiga berada di bagian hilir yang jauh dari ujung irigasi teknik.
Lalu kawasan pesisir selatan Malaka tersebut cuaca mikro lebih cocok untuk tanaman bawang merah. Hasil panen bawang merah setempat dipasarkan untuk kebutuhan lokal dan luar daerah. (MR/E-4)
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved