Kamis 14 Oktober 2021, 21:42 WIB

Skrining Dan Deteksi Dini Cegah Stadium Lanjut Kanker Payudara

Widhoroso | Nusantara
Skrining Dan Deteksi Dini Cegah Stadium Lanjut Kanker Payudara

DOK YPKI
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar

 

PEMERIKSAAN dan pengobatan medis lebih dini dibutuhkan untuk menghindari resiko terburuk kanker payudara. Kedua hal itu akan membuat penderita kanker payudara dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

"Salah satu cara untuk mencegah kanker payudara stadium lanjut adalah dengan secara rutin melakukan Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) dan Sadanis (pemeriksaan payudara secara klinis)," kata Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar dalam talkshow virtual 'Skrining dan Deteksi Dini Sadari Kita Pasti Bisa', Kamis (14/10). Kegiatan ini diikuti 602 peserta dari 49 negara.

Menurut Linda, data yang ada menunjukkan setiap 30 detik, ditemukan kasus baru kanker payudara di satu tempat yang ada di dunia. "Data WHO, kanker payudara didiagnosis setiap 30 detik di suatu tempat di dunia. Setiap 30 detik itu ada kejadian kasus baru kanker payudara dan perempuan di dunia meninggal karena kanker payudara setiap 53 menit," katanya.

Ia menuturkan di Kawasan Asia Tenggara, terdapat 159 ribu kasus baru akibat kanker payudara dengan tingkat kematian 59 ribu jiwa. Sementara berdasarkan data Globalcan 2020, kasus kanker payudara di Indonesia hampir menyentuh 66 ribu kasus baru dengan tingkat kematian 22 ribu atau sebesar 30 persen.

Menurut Linda, tingginya angka kematian di Indonesia tersebut dikarenakan perempuan yang menderita kanker payudara terlambat melakukan deteksi dini sehingga kanker baru ditemukan pada saat telah masuk ke dalam stadium lanjut. "Dengan skrining dan deteksi dini dapat menyelamatkan diri dari timbulnya penyakit tersebut lebih parah lagi bahkan menyelamatkan dari kematian," jelas Linda

Di sisi lain, dokter dan ahli bedah onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Bob Andinata mengatakan jumlah kasus kanker payudara di Indonesia mencapai 16,6 persen atau 65.858 kasus per tahun. Jumlah tersebut, kata dia, lebih tinggi dari kanker leher rahim (serviks) yang sebesar 9,2 persen atau 36.633 kasus per tahun.

Melihat jumlah penderita kanker payudara yang begitu besar, Bob menyarankan agar semua perempuan yang sehat secara rutin dapat melakukan skrining dan deteksi dini untuk bisa melakukan pencegahan lebih cepat. Ia menjelaskan, pemeriksaan itu lebih baik segera dilakukan perempuan yang telah mengalami menstruasi baik melalui Sadari, Sadanis maupun mammogram. (Ant/OL-15)

 

Baca Juga

Ist

Dorong Home Stay Nyaman, Sandiaga Serahkan 42 Set Sprei untuk Pariwisata Berkelanjutan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 13:56 WIB
Bila penginapan di lokasi wisata telah nyaman, para wisatawan akan berdatangan.  Bila sudah rutin ada kedatangan wisatawan,...
ANTARA/Tim Magang/Dela

Bendera Merah Putih Sepanjang 100 Meter Dibentangkan di Sungai Kapuas

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 13:45 WIB
Ada sekitar 300 orang yang terlibat dalam acara pembentangan Bendera Merah Putih untuk memperingati ulang tahun ke-250 Kota...
Medcom

Polisi Masih Berupaya Identifikasi Sejoli yang Tewas di Rumah Kontrakan di Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:52 WIB
"Kami masih melakukan penyeldikan terhadap dua mayat yang berada di dalam kamar di atas ranjang dan rencananya akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya