Rabu 13 Oktober 2021, 16:55 WIB

Ganjar Janji Bereskan Masalah yang Dialami Pekerja Migran Asal Jateng

mediaindonesia.com | Nusantara
Ganjar Janji Bereskan Masalah yang Dialami Pekerja Migran Asal Jateng

DOK PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomunikasi dengan PMI asal Jawa Tengah lewat zoom

 

ACARA 'Gubernur Jateng Menyapa' yang digelar Ganjar Pranowo rupanya jadi momen para Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk curhat. Mulai dari masalah pribadi, perizinan hingga pungli, semua didengarkan Ganjar dengan sabar.

Minggu (10/10) malam, digunakan Ganjar untuk mengecek kondisi para PMI lewat acara 'Gubernur Jateng Menyapa' secara virtual melalui zoom. Setidaknya 300-an PMI ikut serta. Mereka bergiliran ‘curhat’ ke Ganjar.

Salah satunya Irianto, ABK kapal ikan yang saat ini berada Taiwan. Kepada Ganjar, Irianto curhat soal pungli yang dialaminya.

“Ada pungli tapi mainnya pinter banget jadi kaya bukan pungli. Pengennya kita itu dari pemerintah ada tindakan tegas untuk menyelidiki,” ujarnya.

Tak hanya mendengarkan, Ganjar langsung menjawab dan meminta Irianto serta kawan-kawan ABK kapal ikan lainnya untuk langsung melapor jika menemukan pungli.

“Kalau Anda menjadi korban pungli tapi tidak lapor, kan kita tidak tahu. Kalau kemudian menyampaikan kepada kita ya kita tahu. Dulu laporan pungli di tempat lain juga laporan dari masyarakat. Ada aplikasi laporgub, paling gampang follow ig, twitter, facebook-nya pak gubernur,” tutur Ganjar.

Masih seputar kru kapal, Ganjar juga mendapat curhatan dari Yaya, perwakilan kru kapal pesiar yang sering mendapatkan kendala birokrasi saat mengurus perpanjangan paspor pelaut.

Para PMI terus bergantian curhat ke Ganjar. Bahkan ketika harus menyudahi acara karena harus memimpin rapat, Ganjar masih meladeni curhatan PMI asal Cilacap dengan kesabaran meski sempat kena semprot karena laporannya via akun Instagram.

“Iya itu (acara Gubernur Jateng Menyapa) kan kita jadi tahu ya sebenarnya kondisi PMI kita,” ucap Ganjar ditemui usai acara.

Beberapa persoalan, lanjut Ganjar, sebenarnya ada solusinya. Misalnya terkait laporan kepulangan yang dipersulit, Ganjar menilai hal itu bisa lebih mudah dengan beberapa cara.

“Sebenarnya ini bisa kita buatkan cara. Datang, dokumentasi beres, colok hidungnya, dia masuk karantina. Nah nanti hasilnya akan dianter pakai email mereka terbiasa,” katanya.

Curhatan dari PMI asal Cilacap, lanjut Ganjar, terkait PMI yang sudah purna juga sudah ada solusinya. Ganjar mengatakan, sebenarnya Disnakertrans sudah memiliki program tersebut. Hanya saja komunikasi di tingkat daerah terkendala.

“Pendampingan PMI yang purna ini sebenarnya kita juga punya, latihane mulai dari produksi sampai menjual mesti dilatih secara lengkap nah nanti kita dampingi. Tapi ternyata komunikasi tidak bisa berjalan lancar apalagi di Pemkab. Nah nanti kita bantu, komunikasi dengan Pemkab,” kata Ganjar.

Secara keseluruhan, menurut Ganjar, kondisi PMI Jawa Tengah dalam kondisi baik. Ganjar berharap komunikasi yang dilakukan ini bisa memberikan perasaan nyaman bagi mereka untuk tenang bekerja di negeri orang.

“Ya kita jembatani memang, jadi dengan kawan-kawan yang tadi menyampaikan sih rasa-rasanya oke. Yang Jepang tadi relatif bagus ya, yang taiwan juga bagus bisa berjalan. Jadi mudah-mudahan mereka baik-baik saja,” tandasnya. (OL-10)

Baca Juga

DOK MI

Polda Sulteng Tegaskan Akan Usut Kasus Dugaan Asusila Oleh Oknum Kapolsek

👤Widhoroso 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 00:03 WIB
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kasus dugaan asusila yang diduga oknum...
DOK MI

RSUD Kardinah Tegal Miliki Laboratorium PCR

👤Supardji Rasban 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:56 WIB
UNTUK mendukung percepatan hasil tracing Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah (RSUD) Kardinah Kota Tegal, Jawa Tengah, kini memiliki...
ANTARA

Mahasiswa ITHB Ciptakan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat

👤Widhoroso 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:23 WIB
Di Indonesia, data 2019 menunjukkan sekitar 2 juta orang mengalami tuli dan diperkirakan setiap tahun, ada sebanyak 5 ribu bayi yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya