Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menyatakan investor Inggris dan Timur Tengah berminat dengan potensi danau dan waduk di Jawa untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Pengembangannya model kerja sama dan beberapa skema," kata Direktur Pengembangan dan Niaga PJB Iwan Purwana dalam webinar dengan wartawan,
Selasa (12/10).
Iwan menjelaskan pengembangan EBT sesuai rencana tambahan pembangkit yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 dipatok 40.575 MW dari EBT sebesar 20.923 MW atau 51,6% dan fosil 19.652 MW atau 48,4%.
Adapun skema pengembangan EBT itu melalui kemitraan, EBT kepulauan tersebar, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pemakaian sendiri dan elektrifikasi dengan EBT. PJB juga mempunyai skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya dan baterai.
Saat ini, lanjutnya, PJB sedang mengembangkan PLTS terapung memanfaatkan waduk di Kabupaten Malang dan Blitar.
"Modal PLTS terapung dari kerja sama, sharing modal dengan Jasa Tirta Energi, anak perusahaan Perum Jasa Tirta 1," ujarnya.
Baca juga: Dukung EBT, PTPN Group Implementasikan Pengembangan Bioenergi
PLTS serupa juga akan dibangun di Pulau Bawean, Gresik. Proyek PLTS floating 2 MWp+BESS 400 kWH akan dimulai November 2021. Bahkan, potensi besar pengembangan EBT memanfaatkan danau dan waduk di Jawa diminati investor luar negeri.
"Ini sudah ada investor dari Inggris dan Timur Tengah, menaksir danau di Jawa untuk PLTS dan PLTA," tuturnya.
Direktur SDM dan Administrasi PJB Karyawan Aji mengatakan penerapan EBT di Indonesia sudah tidak bisa dihindari lagi untuk mengurangi emisi karbon di Tanah Air.
"Ditargetkan pada tahun 2025, Indonesia bisa menggunakan EBT mencapai angka 23%," tuturnya.
Sementara itu, Pakar Bioenergy Engineering Universitas Brawijaya Malang Bambang Susilo menyatakan komposisi energi ke depan sangat membutuhkan EBT karena menurunnya energi fosil.
"Indonesia akan menjadi negara yang akan sangat dibutuhkan dunia karena potensinya besar, seperti musim yang menghasilkan energi, yakni panas dan hujan," kata Bambang.
Karena itu, perlu didorong terus pengembangan EBT sehingga mampu menjadikan Indonesia mandiri dengan sumber daya alamnya.(OL-5)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pimpinan dari 12 perusahaan investasi terbesar dunia dalam upaya memperkuat kemitraan strategis, dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif saat berbicara di hadapan para pelaku usaha Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved