Selasa 12 Oktober 2021, 18:27 WIB

Puluhan Ribu Pasutri Nikah Siri Di Cianjur Peroleh Kartu Keluarga

Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara
Puluhan Ribu Pasutri Nikah Siri Di Cianjur Peroleh Kartu Keluarga

ANTARA
Pasangan nikah siri di Cianjur, Jawa Barat peroleh Kartu Keluarga

 

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menerbitkan sebanyak 70.970 lembar Kartu Keluarga bagi pasangan suami-istri yang menikah siri. Penerbitannya mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 96/2018.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Munajat, menyebutkan data sebanyak 70.970 lembar Kartu Keluarga yang diterbitkan bagi pasangan nikah siri itu tercatat selama periode Maret 2020 hingga Oktober 2021. Sesuai aturan dari pemerintah, pasangan suami-istri yang menikah siri tetap harus mendapatkan Kartu Keluarga.

"Penerbitan KK ini sesuai dengan aturan baru dari pemerintah pusat. Kami di daerah tentu harus mengikutinya," terang Munajat, Selasa (12/10).

Di Cianjur sendiri, wilayah yang cukup banyak suami-istri yang menikah siri berdasarkan data Kartu Keluarga di Disdukcapil berada di Kecamatan Cianjur. Jumlahnya terdata sebanyak 4.233 pasangan. Sedangkan paling sedikit berada di Kecamatan Naringgul sebanyak 836 pasangan.

"Aturan ini tidak yang di Cianjur tapi berlaku di semua wilayah di Indonesia," tuturnya.

Namun, lanjut Munajat, terdapat perbedaaan pada Kartu Keluarga antara pasangan yang nikah siri dengan pasangan nikah secara negara. Bagi pasangan suami-istri yang menikah siri, pada Kartu Keluarganya akan dituliskan keterangan status pernikahan mereka. "Nanti di Kartu Keluarga akan ditulis nikah belum tercatat," ungkapnya.

Selain itu, ada surat khusus yang akan ditandatangani pasangan nikah siri. Surst itu harus ditandatangani pemohon disertai dua orang saksi.

"Namanya SPTJM (surat pertanggungjawaban mutlak) dari pemohon pasangan suami-istri yang nikah siri disertai dua orang saksi yang ditanda tangan di atas materai," tegasnya.

Mengenai proses pernikahan siri, Munajat mengaku, bukan ranah Disdukcapil. Pihaknya hanya akan menerbitkan Kartu Keluarga bagi warga negara yang telah memenuhi syarat dan prosedur.

"Kami hanya mencatatkan permohonan administrasi kependudukan. Kalau nikah sirinya seperti apa, kami tidak mengetahuinya," pungkas Munajat.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Warungkondang, Syarifudin, memastikan pernikahan siri tidak tercatat di KUA. Mengenai penerbitan Kartu Keluarga bagi pasangan nikah siri, Syarifudin mengaku hal itu ranahnya Disdukcapil.

"Kalau pasangan nikah siri yang mendapat Kartu Keluarga, yang lebih tahu itu Disdukcapil. Tapi yang pasti, pernikahan siri itu tak tercatat di KUA," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

Medcom

Polisi Masih Berupaya Identifikasi Sejoli yang Tewas di Rumah Kontrakan di Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:52 WIB
"Kami masih melakukan penyeldikan terhadap dua mayat yang berada di dalam kamar di atas ranjang dan rencananya akan...
Medcom

Heboh, Warga Tasikmalaya Temukan Dua Mayat di Kamar Kontrakan

👤Kristiadi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:02 WIB
Pasangan itu berada di dalam kontrakan ditemukan bersimbah darah dan menemukan untuk perempuan berada di tangan kiri tapi laki-laki ada...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 Massal di Bogor Bagikan Doorprize

👤Dede Susianti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:50 WIB
Polres Bogor melaksanakan vaksinasi massal dengan cara berbeda yakni memberikan hadiah (doorprize) kepada para...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya