Kamis 07 Oktober 2021, 18:36 WIB

Polri Ungkap Penyelundupan BBM Bersubsidi Untuk Nelayan

Supardji Rasban | Nusantara
Polri Ungkap Penyelundupan BBM Bersubsidi Untuk Nelayan

MI/Supardji Rasban
Dirpolair Baharkam Mabes Polri, Brigjen Yassin Kosasih (tengah), memberi keterangan pers di Terminal Pertamina Tegal.

 

DITPOLAIR Baharkam Mabes Polri membongkar penyelundupan BBM bersubsidi di Kota Tegal, Jawa Tengah. Polisi meringkus dua orang tersangka dengan barang bukti 22 unit kendaraan pengangkut solar bersubsidi. Tersangka juga memodifikasi truk bak terbuka untuk mengangkut bbm ilegal tersebut.

Kasus penyalahgunaan solar bersubsidi ini terungkap saat tim Subdit Gakkum Ditpolairud Baharkam Polri, menemukan tiga unit truk tangki BBM di Pelabuhan Perikanan Pantai Jongor Tegalsari, Kota Tegal, akhir September lalu. Truk tangki milik PT Sembilan Muara Abadi Petrolium Sas Semarang tersebut kedapatan sedang mengisi BBM sebuah kapal penangkap ikan kapal motor Mekar Jaya 3.

Saat dilakukan pemeriksaan, solar subsidi tersebut berasal dari sebuah gudang milik perusahaan tersebut. Polisi lalu mendatangi gudang bongkar muat di Kabupaten Semarang, kemudian menyita 22 unit kendaraan berupa 14 unit truk modifikasi dan delapan unit truk tangki BBM.

Dirpolair Baharkam Mabes Polri, Brigjen Yassin Kosasih, Kamis (7/10) menyampaikan, polisi mengamankan dua tersangka yakni AI, pemilik gudang kepala cabang PT. Smap Gas dan seorang karyawan berinisial HH.

"Perusahaan tersebut menjual solar bersubsidi dengan harga Rp7.500 hingga Rp7.800 perliter kepada pemilik kapal. Padahal, harga solar industri untuk kapal di atas 35 gross ton dijual Rp9.000 perliter," ungkap Yassin.

Yassin menyebut, ribuan ton solar bersubsidi tersebut didapatkan dari sejumlah SPBU di Kabupaten Semarang menggunakan truk bak terbuka yang sudah dimodifikasi dengan menambah tangki BBM 2.500 liter. Akibat penyalahgunaan bbm tersebut, potensi kerugian negara mencapai Rp49,78 milar," bebernya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001, Tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman enam tahun penjara dan denda maksimal Rp60 milliar. Sebanyak 22 unit kendaraan pengangkut BBM tersebut, kini di titipkan di Terminal BBM Tegal. (OL-15)

 

Baca Juga

AFP/Alberto PIZZOLI

Satgas: Kota Batam Nihil Kematian Covid-19 Selama Dua Bulan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:14 WIB
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam Kepulauan Riau mencatat sudah lebih dari dua bulan tidak ada kasus kematian karena terinfeksi...
ANTARA FOTO/Bayu Pratama

Pendakian Puncak Halau-halau Dibuka

👤Denny Susanto 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:09 WIB
. Pembukaan kembali pendakian ini juga memberikan sumber penghasilan tambahan bagi warga desa dari penjualan kerajinan, hasil bumi juga...
Antara/Rivan Awal Lingga.

FKUB Tangerang: Kerukunan Terjaga karena Pemkab Tanggap Masalah Keumatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 14:28 WIB
Selama ini, Pemkab Tangerang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi berbagai program kerja dan kegiatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya