Selasa 21 September 2021, 18:14 WIB

139 Sekolah Di Kota Kupang Lakukan PTM Terbatas

Palce Amalo | Nusantara
139 Sekolah Di Kota Kupang Lakukan PTM Terbatas

DOK MI
Ilustrasi PTM trrbatas.

 

PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) terbatas yang sudah berlangsung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berjalan lancar. Dari sebelumnya, 59 sekolah yang  diizinkan menggelar PTM, sampai Selasa (21/9) sudah tercatat 139 sekolah terdiri dari 109 sekolah dasar (SD) dan 30 sekolah menengah pertama (SMP).

Sekolah yang mendapat izin menggelar PTM telah memenuhi syarat yang diterapkan satgas covid-19 seperti mengatur jarak tempat duduk siswa di ruangan, dan menyiapkan tempat cuci tangan bersama sabun, serta hand sanitizer.

Selain itu, hampir seluruh siswa yang mengikuti PTM sudah divaksin covid-19. Beberapa siswa belum divaksin karena sakit. Sedangkan sekolah yang belum diberikan izin untuk menggelar PTM sebanyak 71 sekolah terdiri dari 45 SD dan 26 SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Kupang, Dumul Djami mengatakan ada tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang sedang melakukan monitoring dan penilaian di masing-masing sekolah terkait PTM tersebut.

"Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19, maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring)," tegasnya.

Untuk mencegah penyebaran covid-19 di sekolah, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore minta siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka, membawa bekal dari rumah masing-masing. "Tidak boleh jajan sembarang, tekun belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara baik agar kelak menjadi anak-anak yang pintar dan berprestasi," pesannya.

Kepala SD Kristen Hosana Agape Kupang, Dicky Fanggidae mengatakan, sekolah yang dipimpinnya sudah memenuhi persyaratan PTM terbatas.  Mulai dari perlengkapan covid-19, pengawasan satgas covid-19 tingkat sekolah dan kesiapan guru yang mengisi proses belajar mengajar. "Pembelajaran tatap muka masih diprioritaskan kepada siswa SD kelas 1, dan kelas 5 khususnya peserta asesmen nasional sebanyak 35 orang," ungkapnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/Kristiadi

Akibat Susur Sungai yang Tewaskan 11 Orang, MTs Harapan Baru Hentikan PTM Terbatas

👤Kristiadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 10:00 WIB
Penghentian kegiatan belajar diharapkan bisa membantu pemulihan korban terutama yang selamat dari musibah...
MI/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi ke Kalimantan Utara, Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:08 WIB
Di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Jokowi diagendakan melakukan penanaman pohon mangrove bersama para duta besar, penggiat lingkungan,...
MI/Palce Amalo

Epidemiolog: Warga NTT Jangan Terlena Penurunan Kasus Covid-19

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:05 WIB
EPIDEMIOLOG dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT Dr. Pius Weraman mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya