Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menerima informasi pada Rabu, (15/9), sekitar pukul 07.22 WIT bahwa pesawat Rimbun Air PK OTW hilang kontak. Pesawat yang mengangkut tiga orang itu berangkat dari Nabire menuju Sugapa, Intan Jaya.
"Pesawat tersebut sebelumnya berputar di batas Bandara Bilorai dan batal mendarat karena cuaca kabut. Kemudian terdengar suara yang diperkirakan ledakan," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (15/8).
Menurut dia, informasi hilang kontak pesawat tersebut berasal dari pihak Bandara Bilorai, Intan Jaya. Pesawat tersebut berangkat dari Nabire pada Rabu (15/9) pukul 07.00 tujuan Sugapa, Intan Jaya, dengan membawa bahan bangunan dan diawaki oleh tiga orang.
Baca juga: TNI/Polri Segera Evakuasi Pesawat Rimbun Air
"Saat ini sedang direncanakan evakuasi oleh Basarnas dibantu oleh aparat TNI-polri di tempat lokasi jatuhnya pesawat tersebut," pungkasnya. (OL-14)
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Dia menjelaskan ada beberapa barang bukti yang sudah dikumpulkan terkait dugaan tersebut mengingat insiden yang menewaskan ke tiga crew bukan semata-mata disebabkan cuaca buruk.
Tim investigator KNKT juga akan mendalami sebuah alat pemancar sinyal yang ditemukan dari tubuh pesawat, black box, serta buku operasional.
Pihak SAR Timika melalui peralatannya menangkap sinyal yang diduga berasal dari pesawat Rimbun Air yang jatuh.
Media Indonesia mendatangi kantor maskapai Rimbun Air yang berada di Jalan Peta Nomor 188, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pihaknya belum bisa memastikan terkait kondisi kru yang berada di pesawat usai jatuh. Menurutnya, saat ini tim evakuasi masih dalam perjalanan untuk dapat tiba di lokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved