Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, Jawa Tengah menggelar Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah bertema "Edukasi Rupiah Melalui Cinta, Bangga dan Paham" untuk kalangan santri di pondok pesantren (Ponpes) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Acara digelar secara virtual, Minggu (12/9).
Kepala KPw BI Tegal M Taufik Amrozy menyampaikan sosialisasi berguna untuk menambah literasi terhadap pemahaman uang Rupiah dan ekonomi syariah di kalangan Ponpes dan LKSA.
"Kecintaan terhadap Rupiah ditumbuhkan dengan cara mengenali filosofi uang Rupiah, bagaimana merawat uang Rupiah, dan menjaga diri dari tindak kejahatan uang palsu dengan pengetahuan ciri-ciri keaslian uang Rupiah," ujar Taufik.
Baca juga: Bahlil Janjikan Insentif Pajak di KEK Mandalika
Taufik menyebut kebanggaan terhadap Rupiah ditanamkan dengan cara menjaga kedaulatan uang Rupiah sebagai simbol negara berdaulat, dengan cara menggunakan uang Rupiah dalam setiap transaksi dan memaknai uang Rupiah sebagai alat pemersatu bangsa.
"Sosialisasi diberikan pula materi terkait dengan literasi ekonomi syariah karena BI concern dalam pengembangan ekonomi syariah agar dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru nasional yang strong, balance, sustainable and inclusive," terangnya.
Taufik menuturkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar dunia harus mampu menjadi negara produsen produk halal sebagaimana negara-negara lain seperti Thailand (bumbu-bumbuan halal), Brasil (ayam halal), Australia dan New Zealand (daging sapi halal), dan Tiongkok (tekstil berlabel halal).
"Negara-negara tersebut adalah negara dengan penduduk mayoritas nonmuslim," ulas Taufik.
Taufik berpandangan berkembangnya usaha produktif berbasis pesantren pada akhirnya dapat mendorong akselerasi ekonomi syariah nasional sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
"Selain ekonomi syariah BI juga berkontribusi nyata dalam upaya pemulihan ekonomi nasional baik melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebagai bagian dari sinergi kebijakan Bi dan Pemerintah untuk pendanaan APBN 2021," jelasnya.
Menurut Kepala KPw BI Tegal itu, hingga 15 Juni 2021, pembelian SBN di pasar perdana tercatat Rp116,26 triliun yang terdiri dari Rp40,80 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).
"Pada 23 Agustus 2021, BI bersama Kementerian Keuangan melakukan penandatanganan SKB III yang mengatur pembelian surat berharga negara di pasar perdana. Oleh BI dan pemerintah, pengaturan partisipasi untuk pengurangan beban negara, untuk pendanaan anggaran penanganan
kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak covid-19 termasuk pembelian vaksin covid-19," tambahnya
Lanjut Taufik, pada sosialisasi CBP Rupiah, Ketua IDI Cabang Tegal M Sofwan Arifi sebagai salah satu narasumber untuk memberikan sosialisasi kebiasaan baru masyarakat di era pandemi covid-19.
"Itu merupakan wujud nyata dari kepedulian BI dalam meningkatkan wawasan kesehatan kepada masyarakat di lingkungan pondok pesantren dan LKSA di era pandemi Covid-19," pungkasnya. (OL-1)
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan puluhan pimpinan organisasi Islam dan tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada hari ini.
Saat bencana terjadi, beberapa ruang kelas hingga masjid digunakan sebagai posko logistik dan lokasi pemulasaraan jenazah korban longsor.
MANTAN Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin menekankan peran penting pesantren sebagai 'pabrik kyai' yang menyiapkan dan mencetak santri menjadi kyai serta ulama.
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved