Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ARNOLDUS Wea Foundation melakukan terobosan dengan program kelas inspirasi. Kegiatan ini ditujukan bagi kemajuan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur dengan menghadirkan beberapa tokoh dari beragam profesi. Mereka akan menceritakan atau berbagi inspirasi tentang apa saja tugas dan peran mereka dalam menjalankan pekerjaan.
Program ini menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA di NTT agar berani bermimpi dan beraksi. Pada sesi pertama dilaksanakan secara virtual dengan bantuan media Zoom, serta disiarkan secara langsung atau bisa ditonton ulang via Youtube AW Visual. Kegiatan ini dipandu secara langsung oleh Co-founder Yayasan Arnoldus Wea dan dibantu oleh penata acara, Reinard L. Meo
Arnoldus Wea pendiri AW Fondation menjelaskan antusiasme peserta pada batch pertama terbilang mengagumkan karena ada perwakilan siswa/i dari 16 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Program ini demi menggugah adik-adik kita di NTT atau pelajar di mana saja untuk berani bermimpi dan berjuang mewujudkannya. Saya berasal dari kampung kecil di kaki Inerie, Maghilewa, jauh dari Kota Bajawa dan juga dari kota kecamatan, tapi punya mimpi bahwa generasi-generasi di bawah saya, 15-20 tahun ke depan bisa lebih baik dari saya,” kata Arnold.
Arnold mengaku memiliki beban moril tentang menyiapkan adik-adik yang masih di bangku SMP dan SMA bisa melanjutkan estafet keberhasilan seperti dirinya dan narasumber lain.
"Kita tidak bicara teori, kita akan bicara bagaimana hal yang memang sudah didapatkan oleh kakak-kakak narasumber semuanya. Saya ingin ada sharing interaktif, ada paparan yang begitu detail meski terbatas dengan waktu, tapi setidaknya ada hal-hal positif yang bisa diambil," ungkapnya.
Baca juga: Bangkitkan Pariwisata Labuan Bajo, NTT, Lomba Kreatif Ideathon Digelar
Dalam kelas inpirasi ini, sumber inspirasi pertama dari AKP Nyi Ayu Fitria Facha, seorang Dankitar Taruna Akpol yang bertugas mengajar para calon polisi di Akademi Kepolisian. Sehari-hari Ayu bertugas mendidik para calon polisi. Menurut lulusan taruna Akpol dari Lampung itu, banyak rekan atau adik-adik angkatannya berasal dari NTT dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Karena itu, baginya setiap punya peluang yang sama untuk menjadi polisi.
Ayu menyarankan agar peserta Kelas Inspirasi Arnoldus Wea Foundation bisa memanfaatkan internet secara positif. Dukungan keluarga dan keinginan untuk terus belajar dan berlatih membuat dirinya bisa bertahan dan sukses hingga seperti saat ini. Ayu tidak menampik pernah mengalami putus asa selama menjalankan profesinya itu.
"Asalkan semangat dan terus berlatih. Secara umum proses seleksi terdiri dari tes kemampuan akademis dan jasmani. Prosesnya berlangsung secara terbuka dan bisa diakses gratis," ucap Ayu.
Kemudian narasumber berikutnya Mursina W. Daeng atau yang biasa dipanggil Ningsih, seorang ASN di Pemkab Ngada dengan latar pendidikan Master of Public Health di Melbourne. Saat ini, Ningsih fokus bekerja menangani urusan masalah stunting di Ngada dan sedang menyiapkan rencana studi doktoralnya.
Dia berkisah kalau sudah mulai melamar beasiswa sejak 2011, namun baru lolos tahun 2015. Ningsih mengaku awalnya agak bermasalah dengan skor TOEFL, tapi karena gigih berlatih dan mencari peluang di mana-mana, akhirnya berhasil juga.
“Saya merasa bangga karena bisa berkuliah di luar negeri. Meski saya dari kampung. Bermimpi lah setinggi langit, sehingga ketika jatuh masih berada di antara bintang-bintang," pesannya kepada para siswa.
Selanjutnya ada Nona Gae Luna, seorang diplomat yang bekerja di KBRI Roma. Wanita berdarah Flores, namun bertumbuh di Surabaya, lulusan Hubungan Internasional di Universitas Airlangga. Menurut Nona, apapun yang ingin dicapai, semua berawal dari mimpi.
"Mimpi adalah doa, tapi mimpi saja tidak cukup, harus dengan aksi. Selama meraih mimpi, kegagalan merupakan kewajaran bagi saya. Saat gagal boleh sedih, tapi jangan sampai terpuruk. Harus bangkit lagi. Apapun kegagalan yang dialami, jadikan sebagai booster untuk keberhasilan," ungkapnya
Lalu ada Dr. Nikolaus Loy dari kampung Malapedho, Inerie. Alumni UGM ini mengambil studi Hubungan Internasional, akademisi di UPN Veteran Jogja dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di Monash University, Australia. Baru-baru ini sudah lulus dari studi doktoral di UGM.
Menurut Niko, adik-adik kita itu kebanyakan mengalami rasa tidak percaya diri. Tapi setelah kita yakinkan, pada semester berikutnya bisa semakin maju.
"Adik-adik dari mana saja, tidak perlu takut dan merasa rendah diri kalau kuliah atau bekerja di luar daerah. Adik-adik harusnya sudah memiliki mimpi yang riil. Mau jadi apa? bila perlu setiap orang punya dream book. Tulis apa mau dicapai, tempelkan di dinding kamar atau tempat yang sering dijangkau. Jangan lupa doa dan wujudkan mimpi-mimpi itu," tutupnya.
Tamu kelas inspirasi kelima pada sesi pertama ini adalah seorang dokter spesialis anak dr. Syahradian Hasbrima yang juga datang dari keluarga yang berprofesi sebagai dokter .
Ia mengaku tidak dipaksa untuk menjadi seorang dokter, pun tidak diberi kemudahan untuk profesi tersbut. Syahra tetap berjuang mengejar mimpinya sebagaimana orang lain. Berjuang lolos SNMPTN hingga akhirnya bisa mengambil pendidikan dokter di Unpad Bandung. Selanjutnya, Syahra menempuh pendidikan spesialis anak.
“Banyaklah belajar. Banyak juga peluang beasiswa, asalkan bisa memenuhi syarat, salah satunya kemampuan menulis esai. Intinya harus bekerja keras,” ungkapnya.
Kelas Inspirasi Arnoldus Wea Foundation sesi pertama itu berlangsung kurang lebih selama 150 menit. Setelah semua narasumber menceritakan pengalaman hidupnya, adik-adik peserta diberikan kesempatan untuk bertanya. Mereka sangat antusias, dan pada umumnya bertanya bagaimana rasanya berkuliah di luar negeri. Kelas Inspirasi Arnoldus Wea Foundation ini akan diadakan sekali lagi pada bulan-bulan berikut.(OL-5)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved