Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREDARAN uang palsu di wilayah kerja Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal Jawa Tengah, pada 2020 tercatat sebanyak 7.024 bilyet. Ini meningkat 34% ketimbang pada 2019 yang sebanyak 5.246 bilyet. Tak hanya itu, tingkat pemusnahan uang rupiah juga masih tinggi.
"Pada tahun 2020 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal telah memusnahkan uang kertas sebanyak 75,8 juta bilyet, meningkat 19% dibandingkan tahun 2019 sebanyak 63,5 juta bilyet," ujar Taufik saat sosialisasi bertajuk 'Wawasan Kebangsaan Melalui Cinta, Bangga dan Paham Rupiah', di Kota Tegal, Sabtu (4/9/2021).
Taufik menyebutkan bahwa hal itu menunjukkan jika kesadaran masyarakat dalam merawat dan memperlakukan uang rupiah masih rendah. Akibat masih rendahnya literasi masyarakat terhadap uang rupiah.
"Dari latar belakang tersebut di atas, diperlukan edukasi terkait Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP). Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari ini (Sabtu (4/9), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal menyelenggarakan sosialisasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah dengan tema 'Wawasan Kebangsaan Melalui Cinta, Bangga dan Paham Rupiah'," ucap Taufik.
Taufik menuturkan tujuan dari kegiatan sosialisasi itu untuk memperkuat kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap Rupiah kepada kaum muda (generasi milennial). ''Bahwa Rupiah bukan hanya sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI, namun juga sebagai simbol kedaulatan negara," ucapnya.
Ia menerangkan kecintaan terhadap Rupiah ditumbuhkan dengan cara mengenali filosofi uang Rupiah. Yaitu bagaimana merawat uang rupiah, dan menjaga diri dari tindak kejahatan uang palsu dengan pengetahuan ciri-ciri keaslian uang rupiah.
"Kebanggaan terhadap Rupiah ditanamkan dengan cara menjaga kedaulatan uang Rupiah sebagai simbol negara berdaulat, menggunakan uang Rupiah dalam setiap transaksi, dan memaknai uang Rupiah sebagai alat pemersatu bangsa," terangnya.
Taufik juga menambahkan pemahaman terhadap Rupiah dikampanyekan dengan cara menjelaskan fungsi Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran, namun juga sebagai alat penyimpan nilai. Sehingga menumbuhkan sikap bijak berbelanja dan sikap hemat.
"Hal itu akan menumbuhkan budaya menabung dan berinvestasi untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional," jelas Taufik.
Taufik berharap melalui soialisasi CBP yang bekerja sama dengan Kodim 0712/ Tegal, mahasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI), kaum millenial pada umumnya dapat membantu mengomunikasikan kebijakan BI terutama 'Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah' kepada komunitas mahasiswa dan masyarakat umum lainnya. (JI/OL-10)
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi meringkus dua pemuda berinisial DVH dan ES setelah terbukti melakukan tindak pidana memalsukan serta mengedarkan uang rupiah kertas.
Para pelaku lalu mengedarkannya dengan membelanjakan di pasar-pasar tradisional di Demak, Jawa Tengah.
Petugas mencurigai ada tiga orang yang tengah melakukan aktivitas produksi uang palsu di Perumahan Rabbany Regency. Mereka melakukan penggerebekan dan menangkap ketiga pelaku.
Direktur Ditres Narkoba Polda Sumut Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat.
Peringatan disampaikan setelah seorang pedagang emas di kawasan Pasar 45 Manado menjadi korban penipuan sindikat uang palsu.
Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil menggulung komplotan pembuat dan pemasok uang palsu.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved