Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA restoran dan bisnis kuliner lainnya termasuk yang ada di lingkaran bisnis tersebut diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami dan menerapkan food safety. Hal itu disampaikan President ACP (Association of Culinary Professionals) Rafael Triloko Basanto di depan peserta pelatihan food safety di lingkungan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC), Selasa (24/8).
Dalam rilis yang diterima mediaindonesia.com di Yogyakarta, Rafael mengatakan pemahaman dan praktik food safety ini harus terus menerus diingatkan kepada mereka yang berada di lingkar bisnis kuliner agar penerapannya secara ketat dapat terus dipertahankan.
"Pelatihan seperti ini sebaiknya memang dilakukan secara periodik dan berulang, agar kebiasaan-kebiasaan baik itu dapat diterapkan dalam operasional sehari-hari," ujar Rafael.
Dikatakan, pelatihan semacam ini pada dasarnya adalah berusaha membiasakan yang baik terkait food hygiene dan food safety. Ia menambahkan food safety adalah salah satu faktor yang tidak bisa dipisahkan dari CHSE. Bahkan menjadi suatu keharusan yang harus diterapkan oleh para pelaku wisata dalam memberikan pelayanan kepada tamu.
"Bagaimana keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan itu dapat memenuhi standard yang ada," ucapnya.
Baca juga: Royal Ambarrukmo Yogyakarta Raih Penghargaan Leading CHSE Hotel
Marketing & Service Director PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Hetty Herawati mengatakan seluruh insan pariwisata sedang menunggu momentum kebangkitan kembali dunia pariwisata, salah satunya TWC.
"Selain produk, hal lain yang kami persiapkan adalah terus memperbaiki protokol kesehatan. Karena protokol kesehatan ini adalah kunci, esensial yang sangat dasar sekali untuk bisa mempercepat pemulihan pariwisata," tuturnya.
Dikatakan, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling banyak stakeholdernya, paling banyak elemen-elemen masyarakat yang terlibat. Protokol kesehatan penting untuk diterapkan, karena hal ini dapat meyakinkan masyarakat dan membangun trust, perusahaan selalu memiliki improvement menuju perbaikan, sehingga destinasi ini benar-benar siap menerima kunjungan wisatawan dan masa kebangkitan kembali pariwisata.
"Harapan kami, destinasi yang kami kelola ini dapat memberikan yang terbaik, dan menjadi pionir percontohan bagaimana standard implementasi food safety dan protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik," tukasnya.(OL-5)
Dengan rentang harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp20.000 hingga Rp65.000, Gedong Heritage menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kalangan keluarga.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved