Jumat 20 Agustus 2021, 07:05 WIB

Tiga Tahun Panen Porang Berbuah Mobil

Andhika Prasetyo | Nusantara
Tiga Tahun Panen Porang Berbuah Mobil

Antara
Tanaman porang yang bernilai tinggi.

 

HASIL jerih payah tiga tahun menanam porang bisa digunakan untuk membeli sebuah mobil. Demikian pengakuan Yoyok Triyono, seorang pemuda asal Madiun, Jawa Timur, dihadapan Presiden Joko Widodo, Kamis (19/8).

Bagi Yoyok, porang bak hasil tambang yang begitu berharga. Salah satu komoditas umbi-umbian itu kini memiliki nilai yang cukup tinggi. Apa lagi, jika diolah menjadi produk siap saji.

"Petani milenial, petani muda di desa kami, kalau zaman dulu lulus sekolah cari kerja di kota. Sekarang beda cerita. Lulus sekolah jadi petani porang. Tiga tahun berjuang bertani, setelah itu bawa pulang mobil," ujar Yoyok bercerita.

Kepada presiden, ia mengaku baru mulai menanam porang sejak 2010 dan awalnya hanya memiliki lahan seluas 0,3 hektare, warisan ayahnya. Sebelas tahun berselang, luas lahan yang dimilikinya telah bertambah menjadi 3 hektare.

Menurutnya, selain memiliki nilai tinggi, porang juga mempunyai kelebihan yakni mudah dibudidayakan. Seorang petani cukup menanam porang sekali. Kemudian, pada tahun kedua, porang sudah bisa dipanen dan akan terus berbuah pada tahun-tahun berikutnya tanpa perlu menanam kembali.

Semua keunggulan itu akhirnya membuat banyak anak muda di Madiun yang tergiur untuk bercocok tanam porang.

"Dulu petani itu seolah-olah menjadi cita-cita pelarian saja, namun hari ini semua berbondong-bondong ingin menjadi petani porang," tuturnya.

Presiden Joko Widodo menilai komoditas bernama latin Amorphopallus muelleri blume itu sangat menjanjikan dan memiliki masa depan cerah. Ia pun berpesan kepada para petani terutama generasi milenial untuk tidak hanya mengerjakan lahan pertaniannya saja, tetapi juga bisa mengolahnya hingga pascapanen seperti keripik atau bahkan beras.

"Saya kira proses-proses seperti itu yang pemerintah inginkan. Jangan sampai nanti yang mengolah itu di Jepang, atau di Tiongkok, atau di Korea Selatan, atau di Eropa. Tidak boleh seperti itu. Kita harus mengolah sendiri, ada hilirisasi, ada industrialisasi, sehingga nilai tambah betul-betul ada di dalam negeri," jelas Jokowi.

Di akhir dialog tersebut, presiden menjelaskan bahwa pemerintah ingin membangun sebuah ekosistem yang saling menguntungkan. Untuk itu, ia mendorong Menteri Pertanian untuk membuat perencanaan besar terkait prospek porang sebagai sebuah primadona komoditas pertanian baru. (H-2)

Baca Juga

DOK MI

Pilkades Serentak 61 Desa di Lamongan Berlangsung Aman

👤M Yakub 🕔Minggu 26 Juni 2022, 20:16 WIB
PEMILIHAN Kepala Desa (Pilkades) serentak di 61 desa di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (26/6) berjalan lancar dan...
ANTARA

Gelombang Rossby Ekuatorial Landa NTT, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang

👤Palce Amalo 🕔Minggu 26 Juni 2022, 18:45 WIB
GELOMBANG Rossby Ekuator yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan awan hujan (konvektif) dalam skala luas, terjadi di wilayah...
ANTARA/Didik Suhartono

Kabupaten Sukabumi Mulai Vaksinasi PMK

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 26 Juni 2022, 18:38 WIB
KABUPATEN Sukabumi, Jawa Barat mulai melaksanakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya