Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA tragis di Desa Werang, Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang ODGJ yang mengamuk melakukan penganiayaan terhadap lima orang warga yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka berat.
Serangan yang berbuntut tewasya dua orang itu dilakukan Romanus Resi (50), yang diketahu mengidap gangguan jiwa. Saat mengamuk, Romanus menggunakan parang dan senapan angin.
Dua korban tewas akibat tebasan parang pelaku ini yakni Wilhelmus Wahing (87) dan Moat Leda (60). Sementara itu, tiga orang dinyatakan luka berat Marianus Mare (36), Lukas Liku (39 ), dan Markus Wiranto (22). Kelima korban ini merupakan warga Desa Werang, Kecamatan Waiblama.
Dua korban yang meninggal dunia sudah dikuburkan. Sementara tiga korban lagi saat ini dalam perawatan di Puskesmas Tanarawa, Kecamatan Waiblama.
Kapolres Sikka AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas Iptu Margono, kepada mediaindonesia.com, Selasa (17/8) mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh kejadian yanag berlangsung Senin (16/8) ini berawal, sekitar pukul 18.00 WITA, pelaku mengamuk dengan membawa parang dan senapan angin sambil melintasi jalan raya.
Kemudian, pelaku yang mengalami gangguan jiwa ini bertemu dengan para korban. Selanjutnya, pelaku secara membabi buta melakukan penganiayaan terhadap kelima korban.
"Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dengan membawa parang dan senapan angin. Saat ini anggota Polres Sikka dan Polsek Waigete telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi TKP guna mencari pelaku. Namun pelaku saat ini belum berhasil ditemukan," ujar Margono.
"Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Jadi kita minta warga tetap waspada karena pelaku melarikan diri ini membawa parang dan senapan angin," tambah Margono. (OL-15)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Sayangnya, ekosistem berupa tanaman penyangga pantai, dibiarkan tanpa adanya tanda-tanda reklamasi.
Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menggelar pelatihan pengelolaan sampah
Kematian tragis ibu hamil Maria Yunita dan bayinya di Kabupaten Sikka, NTT, memicu kecaman keras dari masyarakat dan organisasi masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka mendukung penuh pelaksanaan Festival Maumerelogia 5 yang akan berlangsung pada 15-24 Mei 2025.
Sebanyak empat orang yang diduga sebagai aktor intelektual di balik kasus Hak Guna Usaha (HGU) Tanah Nangahale di Kecamatan Talibura, Kabupaen Sikka, dilaporkan ke Polda NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved