Kamis 05 Agustus 2021, 11:52 WIB

Pemakai BBM Ramah Lingkungan di Jateng Meningkat

Haryanto | Nusantara
Pemakai BBM Ramah Lingkungan di Jateng Meningkat

MI/Haryanto
Petugas SPBU melayani pengguna motor dengan menggunakan BBM ramah lingkungan khususnya pertamax series.

 

PEMERNTAH  Provinsi Jawa Tengah terus mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan khususnya pertamax series. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4 (RON 92).

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwi Atmoko mengatakan, saat ini konsumsi Pertamax di Jawa Tengah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat menggunakan BBM ramah lingkungan semakin besar.

"Konsumsi Pertamax memang belum sebesar Pertalite, tapi terus meningkat dari tahun ke tahun, dan sekarang sudah diatas 10 persen,"
kata Sujarwanto di Semarang, Kamis (5/8).

baca juga:  Pertamina

Sujarwanto mengakui, kondisi ekonomi saat ini berpengaruh pada pemilihan masyarakat dalam membeli bahan bakar minyak. Untuk itu,
pemerintah terus meningkatkan sosialisasi ke masyarakat untuk  tetap menggunakan BBM ramah lingkungan kendati ekonomi kurang baik.

"Sebenarnya kalkulasi keekonomian yang kita sodorkan, bahwa kalau pakai BBM dengan oktan number yang tinggi akan membuat mesin perawatan lebih murah," lanjut Sujarwanto.

Sujarwanto menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong penggunaan BBM ramah lingkungan juga ditunjukkan dengan mewajibkan seluruh kendaraan dinas menggunakan Pertamax. Hal ini juga sebagai salah satu upaya untuk menerapkan efisiensi dalam melakukan perawatan kendaraan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Di jajaran mobil pemerintah kita menggunakan Pertamax, karena memiliki pembakaran yang sempurna dan perawatan lebih mudah,"
tegasnya.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Abdul Mufid mengatakan, sudah saatnya masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan seperti Pertamax. Pasalnya, selama ini penggunaan BBM dengan RON rendah memberikan dampak terhadap polusi lingkungan yang cukup besar, meski harganya lebih murah.

"Harga murah kan selama ini karena disubsidi pemerintah. Tapi imbasnya terhadap pencemaran lingkungan cukup besar. Jadi sudah saatnya memang masyarakat gunakan BBM ramah lingkungan," kata Abdul Mufid.

Abdul Mufid juga menyayangkan sikap pemerintah yang tidak konsisten dalam menerapkan kebijakan BBM ramah lingkungan. Padahal, pihaknya sangat mendukung penghapusan BBM dengan RON rendah yang seharusnya sudah dilakukan sejak 4 tahun yang lalu.

"Kami sebenarnya menyayangkan sikap pemerintah yang maju mundur menerapkan BBM yang ramah lingkungan. Karena  mungkin mengambil kebijakan populis tapi tidak menguntungkan secara jangka panjang," imbuhnya.

Menurut Mufid, penggunaan BBM ramah lingkungan juga akan membantu beban pemerintah yang selama ini memberikan subsidi cukup besar. Nantinya anggaran subsidi itu bisa dialihkan untuk sektor yang lebih tepat seperti pendidikan, pangan, dan sektor transportasi publik dan jaringan pengaman sosial.

"Saat ini pemerintah banyak meluncurkan program jaring pengaman sosial. Jadi subsidi bisa dialihkan ke sana yang lebih tepat sasaran," kata Mufid.

Untuk mengedukasi masyarakat semakin menggunakan BBM ramah lingkungan, dibutuhkan beberapa pendekatan. Diantaranya dengan memastikan kendaraan yang ada memenuhi standar penggunaan BBM ramah lingkungan.

"Selain itu pendekatan sistemnya, pemerintah harus menghapus BBM yang tidak ramah lingkungan dan mengantisipasi impactnya dengan memberikan subsidi tepat sasaran," tegasnya.(N-1)

Baca Juga

Biro Setpres

November, Jokowi Tinjau Kawasan di Tanah Kuning

👤Ant 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 23:35 WIB
Sebelumnya Jokowi pada Selasa (19/10) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan...
Antara

Jokowi Dorong Kalsel Kejar Target Vaksinasi

👤Ant 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 21:40 WIB
"Target vaksinasi di Kalsel baru mencapai 33 persen, sehingga perlu kerja keras dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini,"...
DOK MI

Pemkab Sikka Terus Lakukan Upaya Tekan Angka Stunting

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 21:25 WIB
Pemkab Sikka terus melakukan upaya untuk menekan angka stunting di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya