Jumat 23 Juli 2021, 15:15 WIB

Polri Imbau Warga Tak Terhasut Ikut Unjuk Rasa Tanggal 24 Juli

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Nusantara
Polri Imbau Warga Tak Terhasut Ikut Unjuk Rasa Tanggal 24 Juli

MI/ANDRI WIDIYANTO
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

 

POLRI mengimbau agar masyarakat agar tak terhasut oleh ajakan aksi unjuk rasa serentak di media sosial (medsos) pada tanggal 24 Juli 2021. Pasalnya, adanya ajakan itu itu berpotensi terjadi kerumunan dan akan menambah penularan Covid-19.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan bahwa imbauan tersebut disampaikan karena saat ini jumlah Covid-19 terus melonjak.

Adanya demonstrasi, kata Argo, akan menciptakan kerumunan dan bakal memperburuk laju pertumbuhan virus korona.

"Kami berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi angka Covid yang masih tinggi," papar Argo, Jumat (23/7).

Menurut Argo, seharusnya aksi unjuk rasa yang dilakukan secara fisik tersebut bisa dialihkan untuk digelar dengan cara daring.

Tal hanya itu, penyampaian pendapat tak selalu dapat dilakukan secara unjuk rasa atau demonstrasi.

"Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online," terangnya.

Aparat kepolisian, kata Argo, nantinya akan melakukan tindakan tegas apabila kegiatan tersebut menganggu ketertiban umum.

"Kalau memang dilakukan, menganggu ketertiban umum ya kami amankan," tegasnya.

Baca juga: Ini 3 Pasal Penting Bakal Ditambahkan pada Revisi Perda Covid-19

Sebelumnya, beredar di media sosial terkait percakapan persiapan aksi serentak yang hendak dilakukan oleh elemen masyarakat sipil di Semarang dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

Salah satu akunnya diunggah oleh akun twitter @xvidgmbk pada Jumat (23/7) pagi. Akun tersebut menampilkan hasil tangkapan layar mengenai percakapan untuk persiapan aksi pada 24 Juli 2021.

Di dalam tangkapan layar tersebut, dituliskan bahwa aksi demonstrasi sebagai bentuk luapan amarah masyarakat kepada pemerintah. Namun, tak ada tuntutan tertentu terkait dengan kebijakan yang disampaikan

Kemudian, unggahan lain juga disebarkan oleh akun Instagram @blokpolitikpelajar. Akun tersebut menyebutkan akan melakukan drmonstrasi serentak di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Solo, Semarang, dan lainnya.

Di dalam tangkapan layar itu juga ditegaskan bahwa seluruh kegiatan atau aksi tersebut akan dilakukan selama berhari-hari dan tidak membawa suatu identitas golongan ataupun kelompok.

"Mengacu pada metode aksi *Be Water*, aksi ini akan cair bekerja, segala bentuknya akan terus berkembang, tidak ada ketua, tidak ada aksi ini milik siapa, semua ini milik warga," tulis akun blokpolitikpelajar dalam keterangan foto yang diunggah, Kamis (22/7) kemarin. (OL-4)

Baca Juga

MI/Alexander P Taum.

Siswa Lembata Korban Badai Seroja Jalani PTM di Bawah Pohon

👤Alexander P Taum 🕔Minggu 26 September 2021, 11:50 WIB
Tampak tenda bantuan berwarna putih sudah mulai koyak. Debu tebal menempel di dinding tenda...
Antara/Syaiful Arif.

Jatim Bantah Ada Klaster Pembelajaran Tatap Muka

👤Faishol Taselan 🕔Minggu 26 September 2021, 11:30 WIB
Dari temuan 1.303 sekolah yang menjadi klaster covid-19 selama PTM terbatas, sebanyak 165 sekolah di antara angka itu atau 2,77% berada di...
MI/Kristiadi.

Kawanan Maling Bobol Minimarket Terekam CCTV

👤Kristiadi 🕔Minggu 26 September 2021, 11:15 WIB
Ia mengatakan aksi tercela itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya