Selasa 20 Juli 2021, 11:14 WIB

Tahun Ini, Keraton Yogyakarta Tiadakan Arak-Arakan Gunungan Grebeg Besar

Basuki Eka Purnama | Nusantara
Tahun Ini, Keraton Yogyakarta Tiadakan Arak-Arakan Gunungan Grebeg Besar

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa rengginang bagian dari uborampe saat upacara adat Gerebeg Mulud 2020 di Keraton Yogyakarta.

 

KERATON Yogyakarta memutuskan meniadakan acara tradisi arak-arakan prajurit dan gunungan Grebeg Besar yang sedianya berlangsung pada 20 Juli 2021 atau 10 Zulhijah Jimakir 1954 untuk mencegah penularan covid-19.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura GKR Condrokirono, melalui keterangan tertulis, Selasa (20/7), mengatakan pembagian ubarampe Grebeg Besar kali ini dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat masih dalam suasana pandemi dan dalam masa PPKM darurat.

"Mengingat masih dalam suasana pandemi dan dalam masa PPKM, pembagian ubarampe gunungan hanya dibagikan terbatas kepada para Abdi Dalem," ujar putri kedua Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X itu.

Baca juga: Paket Wisata Memberi Makan Gajah di Taman Candi Borobudur

Ia menuturkan, jika tahun lalu pembagian ubarampe selesai hanya dalam sehari, tahun ini, ubarampe gunungan dibagikan bertahap selama lima hari sejak 20 sampai 24 Juli 2021.

"Semua ini dilakukan Keraton Yogyakarta agar betul-betul mengikuti prosedur dalam PPKM untuk mengurangi kerumunan," kata dia.

Gusti Kirono, sapaan akrabnya, menuturkan, pada tahun ini, ubarampe gunungan yang dibagikan ke Pura Pakualaman dan Kepatihan dilaksanakan pada hari yang berbeda untuk meniadakan kerumunan.

"Meski demikian, esensi pelaksanaan grebeg tidak berkurang, yakni sebagai ungkapan syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya," ujar dia.

Prosesi tersebut, kata dia, sebagai wujud konsistensi Keraton Yogyakarta dalam menjaga tradisi leluhur meski dalam keterbatasan.

Mengingat masih dalam situasi pandemi, segala kegiatan pementasan paket wisata Keraton Yogyakarta juga masih diliburkan hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

"Namun, Keraton Yogyakarta justru semakin giat menghadirkan konten seputar keraton melalui media sosial dan Youtube Keraton Jogja yang
dikelola Tepas Tandha Yekti," pungkas Condrokirono. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam

Ganjar Ungkap Akselerasi Vaksinasi Covid-19 Terkendala Pasokan

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 27 Juli 2021, 19:00 WIB
Ganjar mengungkapkan, Provinsi Jateng akan mendapatkan tambahan alokasi 700 ribu dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan pada pekan...
DOK MI

Tuban Kerahkan Ratusan Petugas Untuk Tracing Covid-19

👤M Yakub 🕔Selasa 27 Juli 2021, 18:41 WIB
SEBANYAK 925 petugas gabungan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (27/7) dikerahkan untuk melakukan...
DPW Partai NasDem

Emil: Boleh Kritik, Asal Berbasis Data

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 27 Juli 2021, 18:40 WIB
Menurut Emil, kritik yang dilakukan terhadap pemerintah sering tidak faktual, terutama yang membandingkan dengan kondisi di luar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya