Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH berhasil dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) di Pegunungan Tokasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, jenazah dua DPO Poso yang tewas tertembak dalam penyergapan Tim Koopsgabsus Tricakti, Minggu (11/7) lalu, dimakamkan di pemakaman umum Poboya Palu Rabu (14/7).
Wakasatgas Humas Ops Madago Raya AKBP Bronto Budiyono, dalam keterangan resmi, mengungkapkan pemakaman tersebut dilakukan sesuai Syariat Islam.
"Setelah dilakukan autopsi dan pengambilan sidik jari oleh tim DVI dan Inavis Polda Sulteng, kedua jenazah teroris Poso langsung dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Poboya Palu secara Syariat Islam," ujarnya, Kamis (15/7)
Baca juga: Kemenhub Sediakan Kapal Pelni Sebagai Tempat Isoman di Makassar
Menurutnya, kondisi kedua jenazah sudah membusuk karena baru berhasil dievakuasi setelah hari keempat. Hal itu menyulitkan untuk mengetahui identitas kedua jenazah tersebut.
"Kondisi kedua jenazah yang sudah membusuk karena di hari keempat baru berhasil dievakuasi. Hal itu menyulitkan identifikasi untuk mengetahui identitas kedua jenazah, sehingga diputuskan untuk segera dimakamkan," terang Bronto.
Sebelum proses pemakaman dilakukan, kedua jenazah DPO tersebut dimandikan dan dikafani, serta disalatkan di ruang instalasi jenazah Rumkit Bhayangkara.
Kedua jenazah kemudian dimasukkan ke peti jenazah yang sudah disiapkan, untuk selanjutnya dibawa ke lokasi pemakaman umum di Kelurahan Poboya Palu.
Prosedur identifikasi baik oleh tim DVI dan Inavis Polda Sulteng juga dilakukan. Pihak Rumah Sakit Bhayangkara Palu tinggal melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga kedua jenazah. Mereka diharapkan untuk kooperatif dan mendukung identifikasi kedua jenazah tersebut.
"Apabila sampel DNA dari keluarga kedua jenazah sudah bisa diambil, hasilnya paling cepat enam hari akan dapat diketahui identitas kedua
jenazah tersebut. Kepolisian sesegera mungkin akan menyampaikan informasi perkembangannya kepada masyarakat," pungkas Bronto. (OL-1)
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyelenggarakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak dan guru terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Kabupaten Poso sebagai kawasan Warisan Geologi (Geoheritage) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 265.K/GL.01/MEM.G/2025.
Wakil residen RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso.
Kegiatan ini melibatkan personel Pos Kamtibmas Tamanjeka, Tim Alfa 1, dan Tim Alfa 2. Mereka mengangkat reruntuhan, meja, dan kursi yang rusak akibat gempa.
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar bagi para korban gempa bumi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah terpenuhi
SATGAS III Preventif Operasi Madago Raya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menggelar razia kendaraan di empat pos keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Minggu (10/8).
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved