Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan komitmen untuk meningkatkan ekspor dari wilayah mereka melalui platform marketplace B2B lintas batas Madeinindonesia.com.
Komitmen itu disampaikan saat kunjungan Madeinindonesia.com bersamaan dengan platform e-commerce itu memulai kampanye ke beberapa provinsi untuk mendorong pelaku bisnis di daerah dalam pengembangan ekspor secara digital.
Sebagai langkah awal, penjajakan kerjasama dengan Pemprov Sulteng dan Sulsel, menawarkan beberapa fasilitas untuk membantu pelaku usaha di kedua provinsi tersebut dalam mengembangkan bisnis dan membuka pasar mancanegara.
Dalam pertemuan terpisah kedua provinsi tersebut menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dalam upaya pengembangan ekspor secara digital, khususnya di sektor kelautan dan perikanan di provinsi tersebut dengan Madeinindonesia.com.
"Kami memberikan dukungan dalam upaya demokratisasi ekspor dan pembelian internasional (international sourcing). Kami bekerjasama dengan berbagai daerah (di Indonesia) untuk pengembangan ekspor,” kata Ilyas Bhat, pendiri dan CEO Madeinindonesia.com dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/7)
Baru-baru ini pihaknya, jelas dia, yang terdiri dari Ilyas Bhat, direktur Kemal Panigoro dan Penasehat Senior Rokhmin Dahuri berkunjung ke Sulteng dan Sulsel.
Di Sulteng, pihaknya mengadakan pertemuan dengan Gubernur H. Rusdi Mastura, Wakil Gubernur Ma’mun Amir beserta jajarannya. Sementara di Sulsel, bertemu pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Dari kunjungan tersebut, kedua provinsi sepakat untuk segera membuat memorandum of understanding (MoU) dengan Madeinindonesia.com mengenai upaya peningkatan ekspor hasil rakyat terutama dalam bidang perikanan dan pertanian.
Pihaknya, jelas Kemal Panigoro, dan Pemprov Sulawesi Tengah juga sepakat bekerjasama untuk mendatangkan peluang investasi di provinsi tersebut.
“Pada intinya kami sangat didukung oleh pak gubernur karena dinilai membuat terobosan baru yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para nelayan dan petani,” kata Kemal Panigoro.
Terkait dengan industri perikanan di Sulawesi Tengah, baru-baru ini Gubernur Rusdi mentargetkan produksi undang di provinsi tersebut mencapai 200.000 ton.
Rusdi menegaskan perusahaan daerah harus memiliki peran besar untuk mengelola potensi produksi udang Sulawesi Tengah. "Saya sangat gembira, di daerah ini ada investasi budidaya udang besar sudah ada di tiga kabupaten yaitu Parigi Moutong, Banggai dan Buol,” tuturnya.
Ilyas Bhat menjelaskan bahwa kunjungan Sulteng dan Sulsel merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam mendukung ambisi daerah untuk mengembangkan ekspor secara langsung.
“Pertemuan ini untuk membahas kolaborasi strategis lebih luas di bidang ekspor, khususnya pelaku UKM. Selain itu, kami juga membahas tentang upaya membawa investor ke Sulawesi,” kata Ilyas.
Khusus untuk membantu UKM dan usaha kecil lainnya, Madeinindonesia.com akan membantu pemasaran produk mereka melalui Indo-World Plaza, sebuah mal global yang dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha kecil dengan pembeli mancanegara.
Kemal menambahkan bahwa produk yang dihasilkan pelaku usaha di Sulteng bukan cuma hasil perikanan tetapi juga hasil pertanian, seperti kelapa. “Kita akan coba membantu untuk memproses produk kelapa tidak hanya menjadi minyak goreng, tetapi juga menjadi kelapa parut. Kita akan bawa investasi ke Sulawesi Tengah,”kata Kemal. (OL-13)
Baca Juga: Kedapatan Tak Taat Prokes saat PPKM, Petugas Hajar Warga di Sikka
USDA bawa 41 perusahaan ke Jakarta guna perluas ekspor pertanian AS melalui Perjanjian Perdagangan Timbal Balik, menyasar pasar halal dan kelas menengah Indonesia.
MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren positif.
BPS mencatat sektor perdagangan pertanian kedua negara mengalami pertumbuhan positif pada tahun ini, dengan pertumbuhan volume ekspor 8% hingga 11% dibandingkan tahun 2022.
Selain mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas, petani milenial juga mengikuti uji kompetensi dari BNSP dengan skema perdagangan ekspor
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) resmi melantai di pasar modal Indonesia dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 500.000.000 saham baru.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved