Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Perkuat Akses Pasar, AS Boyong 41 Perusahaan ke Indonesia

Haufan Hasyim Salengke
03/2/2026 15:59
Perkuat Akses Pasar, AS Boyong 41 Perusahaan ke Indonesia
Produk pertanian AS yang dipajang di sebuah supermarket di pusat Kota Washington, DC.(VNA)

DEPARTEMEN Pertanian Amerika Serikat (USDA) resmi memulai misi dagang besar-besaran ke Jakarta guna memperluas penetrasi produk pertanian AS di pasar Indonesia. Misi yang berlangsung pada 2-6 Februari ini memanfaatkan momentum Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS-Indonesia yang baru saja disepakati untuk menghapus berbagai hambatan tarif.

Dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian AS untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri, Luke J. Lindberg, delegasi ini membawa perwakilan dari 41 perusahaan agribisnis serta organisasi perdagangan dari berbagai negara bagian seperti Idaho, Minnesota, dan Montana.

Optimisme pasar Indonesia

Wakil Menteri Lindberg menyatakan bahwa misi ini merupakan langkah strategis untuk mengubah kesepakatan diplomatik menjadi angka penjualan nyata bagi para produsen AS. Indonesia dipandang sebagai pasar krusial mengingat statusnya sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dengan kelas menengah yang terus tumbuh.

"Perjalanan ini mempertemukan eksportir kami secara langsung dengan pembeli potensial di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," ujar Lindberg dalam keterangan resmi yang disiarkan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa (3/2).

Produk yang menjadi fokus utama dalam misi ini meliputi komoditas susu, daging sapi halal, kedelai, gandum, bahan pakan ternak, hingga barang konsumsi premium. Selain pertemuan bisnis-ke-bisnis (B2B) di Jakarta, delegasi juga dijadwalkan bertemu dengan calon pembeli dari Malaysia dan Timor-Leste.

Penghapusan hambatan dagang

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang menjadi landasan misi ini secara signifikan menghapus tarif pada hampir seluruh ekspor produk pertanian AS. Langkah ini juga ditujukan untuk mengurangi hambatan nontarif yang selama ini membatasi daya saing produk AS di pasar lokal.

Keberhasilan misi serupa pada tahun 2025 di berbagai negara telah menghasilkan proyeksi penjualan mencapai US$125 juta. Setelah Indonesia, USDA berencana melanjutkan ekspansi perdagangan ke Filipina, Turki, hingga Vietnam sepanjang 2026. (B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya