Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH foto beredar di media sosial menunjukkan dua orang berboncengan sepeda motor butut tengah melintasi jalan beraspal. Keduanya tidak menggunakan helm. Pengendara motor terlihat mengenakan pakaian hazmat berwarna putih.
Peristiwa yang terekam kamera warga terjadi di Desa Kole, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT pada Senin (5/7). Kepala Desa Kole Yeremias Tanu mengatakan pengendara sepeda motor merupakan relawan Covid-19 di desa itu. Sedangkan penumpang yang dibonceng merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Pasien perempuan berusia 28 tahun merupakan satu dari 12 pelaku perjalanan dari Malaysia dan Kalimantan yang baru tiba di desa itu pada Kamis (1/7) lalu. Setelah mendata semua pelaku perjalanan, Yeremias mengantar 12 pelaku perjalanan itu ke Puskesmas Langke Majok. Mereka diantar menggunakan mobil.
Setelah menjalani rapid test antigen, salah satu warganya diketahui positif Covid-19 dan direkomendasikan untuk menjalani karantina mandiri hingga keadaannya pulih. Saat hendak pulang ke desa, pemilik kendaraan tidak bersedia mengangkut sang pasien. Sementara ambulance milik Puskesmas sedang digunakan oleh petugas yang melakukan tracing di desa lain.
"Tidak ada kendaraan yang pemiliknya atau sopirnya bersedia mengangkut pasien. Mereka takut. Terpaksa pasien itu naik motor. Dia dibonceng oleh salah seorang relawan desa," jelas Yeremias, Selasa (6/7).
Jarak dari Puskesmas ke rumah pasien cukup jauh, yakni lima kilometer. Warga di sepanjang jalan yang menyaksikannya merasa takut karena baru melihat ada petugas berbusana hazmat mengangkut pasien hanya dengan menggunakan sepeda motor.
"Banyak yang takut, panik, apalagi ini pasien pertama di desa kami. Selaku pemerintah di tingkat desa, kami terus mensosialisasikan supaya warga jangan panik tetapi harus taat protokol kesehatan," tutur Yeremias.
Pasien Covid-19 Kelaparan
Sebelumnya, di RSUD dr Ben Mboi Ruteng, pasien Covid-19 asal Kecamatan Cibal Barat kelaparan karena seharian tidak diberi makanan oleh petugas. Pasien bernama Maria Yasinta awalnya dikarantina bersama suami dan bayinya di Wisma Atlet Golo Dukal.
Namun pada Jumat (2/7), petugas Wisma Atlet memindahkannya ke rumah sakit untuk mendampingi bayinya yang baru berusia dua bulan. Sang bayi mengalami demam dan batuk sehingga butuh perawatan khusus dan harus diisolasi bersama ibunya.
Tiba di rumah sakit sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita, sang bayi menjalani prosedur pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selama seharian itu, Maria harus menahan lapar karena tidak diberi makanan, baik oleh pihak RSUD maupun oleh pihak Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai.
"Saya baru bisa makan setelah jam enam sore, ada keluarga yang telepon saya, menanyakan apakah saya sudah makan atau belum. Saya bilang, belum makan. Akhirnya keluarga telepon Camat Cibal Barat, pak Karolus Mance. Pak Camat yang kasi saya makan," tutur Maria.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus Moa mengatakan saat itu pihak rumah sakit memang tidak menyediakan makanan karena Maria bukan pasien rumah sakit. Ia hanya berstatus pendamping pasien, yakni bayinya. Maria dan bayinya baru mendapat jatah makanan dari RSUD setelah menjadi pasien rawat inap.
Namun pihaknya mengaku bersalah karena mestinya Maria harus tetap mendapat jatah makan dari pihak petugas Wisma Atlet Golo Dukal sebab Maria tercatat sebagai pasien karantina Wisma Atlet. Apalagi, sesuai prosedurnya, pasien Covid-19 tidak didampingi oleh keluarga yang sehat. Pasien diurus sepenuhnya oleh petugas.
"Ini memang kasuistis sekali dan pengalaman pertama bagi Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai yang sebelumnya tidak pernah melakukan rujukan pasien terutama bayi dari Wisma Atlet ke rumah sakit. Apalagi ibunya juga terkonfirmasi positif," kata Lodovikus.
Ia mengatakan, Satgas telah melakukan evaluasi dan keluhan pasien tersebut menjadi perhatian serius Satgas untuk pelayanan selanjutnya.
"Ini menjadi perhatian kita ke depan bahwa Satuan Tugas yang bertugas di Wisma Atlet juga bertanggungjawab secara khusus salah satu pasien yang mendampingi anaknya untuk dirujuk atau mendapatkan perawatan lenih lanjut di Rumah Sakit Umum dokter Ben Mboi Ruteng," pungkas Lodovikus yang juga menjabat Ketua DPD PPNI Manggarai itu. (OL-4)
SEORANG siswa kelas II SMP dilaporkan tenggelam setelah terseret arus deras di Tiwu Pai Waterfall, Desa Wontong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.
KOMUNITAS Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta, mendesak polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan perempuan muda berusia 23 tahun asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 3,7 mengguncang Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/8) pukul 08.21 Wita, tidak berpotensi tsunami.
GUBUK tua di Desa Golo Langkok, Beokina, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi saksi kelahiran seorang anak bernama Hieronimus Canggung Darong.
Sustiana Merci Elda (22), warga Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), meregang nyawa akibat dicekik suaminya.
Langkah ini ditandai dengan diterbitkannya Keputusan Bupati Manggarai Nomor 366 Tahun 2024 yang ditandatangani Bupati Herybertus Geradus Laju Nabit.
Kepala Stasiun Meteorologi El .Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sejumlah wilayah.
PADA tahun depan, hasil penjualan 100 koleksi perhiasan Universe akan didonasikan untuk membangun dua sekolah, saluran air bersih, dan program peningkatan gizi anak-anak di NTT.
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membina ekosistem kopi artisan dan mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kelas usaha (scaling-up) dan memperluas jaringan pemasaran melalui rantai pasok sektor pariwisata, perhotelan, agribisnis dan perdagangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved