Jumat 02 Juli 2021, 10:26 WIB

BOR Rumah Sakit Pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya Penuh

Kristiadi | Nusantara
BOR Rumah Sakit Pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya Penuh

MI/Krsitiadi
Ambulance yang membawa pasien Covid-19 mengantre di depan ruangInstalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kamis (1/7)

 

BED Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan ruang isolasi pasien Covid-19 sebagian besar di rumah sakit Kota Tasikmalaya, Jawa Barat penuh. Keterisian ruang telah menyebabkan puluhan pasien rujukan masih mengantre dan mereka menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Keterisian ruang isolasi Covid-19 di RS Jasa Kartini, TMC, Dewi Sartika dan Purbaratu tetapi RSUD dr Soekardjo sudah mencapai 93 persen. Pasien Covid-19 harus menunggu masuk ruang isolasi kosong.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, RSUD dr Soekardjo sebagai tempat rujukan utama keterisian BOR hanya bisa turun 93 persen dari 100 persen setelah ada tambahan ruang isolasi darurat di RS Galunggung milik TNI AD dan penyebaran Covid-19 yang terjadi di wilayahnya sekarang masih tinggi. Namun, keterisian ruang isolasi idealnya di bawah 70 persen dan peningkatan yang terjadi agar masyarakat lebih sadar diri.

"Untuk ruang isolasi darurat di RS Galunggung akan digunakan bagi pasien bergejala sedang dan berat dengan jumlah 20 tempat tidur. Untuk tenaga medis, suplai logistik dan lainnya masih dari Dinas Kesehatan. Namun, sekarang masih mempersiapkan terutamanya segala kebutuhan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat," kata Ivan, Jumat (2/7).

Ia mengatakan, Kota Tasikmalaya menjadi salah satu daerah asessmen IV se-Jawa Barat wajib melaksanakan PPKM darurat tersebut dan langkah yang dilakukannya sebagai upaya para tenaga medis tetap berjuang melawan penyebaran akan mampu mengurangi jumlah warga terpapar Covid-19. Namun, peningkatan yang terjadi selama ini karena masih adanya warga abai memakai masker dan berkerumun.

"Kunci utamanya yang harus dilakukan warga bekerja sama dalam menerapkan protokol kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19 harus benar menjalankan tugasnya sampai ke bawah tingkat Kelurahan dibantu RT dan RW serta tokoh masyarakat. Karena, langkah yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus korona agar segera berakhir," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Kamis (1/7), berjumlah 8.689 kasus di antaranya 1.070 orang masih menjalani perawatan, 7.380 orang dinyatakan sembuh dan 239 orang meninggal dunia.

Pemerintah terus mengimbau agar masyarakat lebih menerapkan protokol kesehatan, mulai memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hindari kerumunan dan membatasi mobilitas. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Covid Melonjak di Kalteng, Dinkes Terus Ingatkan Disiplin Prokes

 

Baca Juga

MI/Widjajadi

Klaster Covid-19 PTM di Solo ditemukan di SD dan SMP

👤Widjajadi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 12:23 WIB
PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) di Kota Solo memunculkan klaster covid-19 baru...
Masjid Kudus

Satpol PP Kudus Ingatkan Jangan Beri Uang pada Pengemis Atau Didenda

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 12:04 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis maupun...
Antara

110 KK di Buleleng dapat Bantuan Rehab Rumah

👤Arnoldus Dhae 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 10:56 WIB
Kariaman menambahkan, program ini akan segera direalisasikan sebelum penghujung tahun, karena anggaranya ada pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya