Selasa 29 Juni 2021, 13:49 WIB

Pemkab Pangandaran Tutup Seluruh Destinasi Wisata dan WFH 100%

Kristiadi | Nusantara
Pemkab Pangandaran Tutup Seluruh Destinasi Wisata dan WFH 100%

Antara/Adeng Bustomi.
Sejumlah wisatawan bermain air di Pesisir Pantai, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

 

PEMERINTAH Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menutup seluruh destinasi wisata setelah terjadi peningkatan kasus covid-19 di daerahnya. Penutupan destinasi wisata dilakukan selama 10 hari ke depan guna memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran Suheryana mengatakan, berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan ada penambahan kasus covid-19 di Pangandaran dalam sepekan terakhir ini cukup signifikan. Karenanya, Bupati Pangandaran mengambil langkah untuk menutup destinasi wisata, termasuk hotel dan restoran yang ada di lingkungan destinasi wisata.

"Penutupan destinasi wisata akan mulai besok selama 10 hari. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat evaluasi yang dilakukukan bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran dan untuk surat edaran dari Bupati sudah dibuat akan djadikan dasar resmi," katanya, Selasa (29/6).

Ia mengatakan, pihaknya sekarang mulai melakukan sosialisasi terkait penutupan destinasi wisata kepada para pelaku usaha agar mereka tidak kaget ketika aturan itu sudah diterapkan. Penutupan tersebut berlaku untuk seluruh destinasi wisata di Pangandaran, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Jika mereka tidak menaati aturan, pihaknya tak akan segan memberi sanksi kepada pelaku usaha.

"Kalau masih ada yang buka akan ditindak secara tegas. Satgas Penanganan Covid-19 juga akan melakukan penyekatan di jalan utama menuju Pangandaran. Penutupan juga akan dilakukan di setiap pintu masuk ke destinasi wisata. Peningkatan kasus dalam sepekan terakhir mengalami lonjakan signifikan dan penambahan mencapai dua kali lipat dari pekan sebelumnya. Ini diduga ada dampak aktivitas orang yang berpergian ke luar daerah dan mereka tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes)," ujarnya.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, penambahan kasus covid-19 dalam dua hari terakhir sangat tinggi hingga terjadi penambahan 100 kasus positif. Namun, penambahan kasus terkonfirmasi positif diikuti dengan angka kematian di Sabtu dan Minggu berjumlah 11 orang. Akan tetapi, sekarang pemerintah daerah berupaya memutus mata rantai dan memulai injak rem.

"Kami terpaksa harus menginjak rem sebelum terjadi lonjakan kasus. Kegiatan lain seperti pesta pernikahan dan khitanan supaya mereka tidak lagi melaksanakan tapi pasar rakyat hanya boleh beroperasi hingga pukul 16.00 WIB. Rumah makan maksimal beroperasi sampai pukul 20.00," katanya.

 

Pihaknya menginstruksikan agar semua perkantoran di lingkungan Pemkab Pangandaran menerapkan kebijakan work from home (WFH) 100% hingga sepekan ke depan. Para pejabat juga diminta tetap di rumah dan tidak menerima tamu terlebih dahulu.  Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pangandaran angka terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 2.750 orang. Di antara mereka ada 403 orang masih menjalani isolasi, 2.286 orang telah dinyatakan sembuh, dan 61 orang meninggal dunia. (OL-14)

Baca Juga

MI/WIDJAJADI

Teten Yakin Ekonomi Digital Indonesia Menjadi yang Terbesar di ASEAN pada 2025

👤Widjajadi 🕔Senin 06 Desember 2021, 22:10 WIB
Industri digital pada masa pandemi covid-19 telah melahirkan transformasi...
ANTARA/Novrian Arbi

Apindo Jawa Barat Berharap Buruh tidak Mogok Kerja

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 06 Desember 2021, 22:05 WIB
 Sudah banyak perusahaan yang menderita dan berusaha bertahan di tengah...
MI/WIDJAJADI

BI Surakarta Gelar Pelatihan Kuliner Halal untuk UMKM

👤Widjajadi 🕔Senin 06 Desember 2021, 21:50 WIB
Bisnis kuliner halal kini menjadi sangat penting, karena banyak dicari dan dibutuhkan masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya