Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Wakil Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Deni Rhamdani Sagara, mendirikan pesantren vokasi wirausaha gratis pendidikan selama 42 hari. Pendirian tersebut, mendapatkan respon besar dari Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang hadir langsung meresmikan lembaga pendidikan menciptakan wirausahawan muda dari kalangan pesantren dari perkampungan terpencil.
"Pesantren Vokasi Indonesia ini berbasis pelatihan selama 42 hari kerja bagi santri di perkampungan terpencil dilakukannya dalam pembelajaran skill santri siap kerja dan jadi wirausaha. Setiap angkatannya berjumlah 42 orang dari pemuda perkampungan di Kabupaten Tasikmalaya dan bisa juga dari pegawai lain," kata Deni, Rabu (9/6/2021).
Deni mengatakan, pesantren vokasi wirausaha gratis pendidikan berawal dari hasil keliling kampung terpencil selama dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Tasikmalaya. Dia menemukan banyal pemuda dan pemudi mengeluh tentang kondisi sekarang tapi memiliki niatan dan keinginan tinggi menjadi orang sukes. Namun, alasan mereka beragam didapatkan dari generasi kampung terpencil di Kabupaten Tasikmalaya, terutama akses mendapatkan informasi dan akses kondisi jalan yang buruk ke perkotaan.
Baca Juga: Haskana Kelas II B Tasikmalaya Kebanjiran Order di Tengah Pandemi
"Kami bersama teman berinisiatif membuka balai latihan kerja pesantren untuk membantu memudahkan mereka mendapatkan akses pendidikan dan bekal ilmu agama. Pesantren Vokasi Indonesia sampai akhirnya mendapat respon besar dari Kemendikbud langsung," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi penuh dan meresmikan secara langsung Balai Latihan Kerja Pesantren Vokasi Indonesia yang mana selama itu telah dirintisnya oleh mantan Wakil Bupati Tasikmalaya. Akan tetapi, kegiatan tersebut akan tercipta puluhan ribu santri siap bekerja dan menjadi wirausahawan muda.
"Kami akan segera memberikan bantuan bagi lembaga vokasi informal ini demi terciptanya santri mandiri dan diharapkan ke depan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di seluruh daerah Indonesia. Untuk, sekarang tiap angkatan menerima 42 orang saja selama pendidikan 42 hari dan ke depannya lembaga ini akan menciptakan 42.000 santri menjadi wirausahawan sukses karena pengembangan tersebut menjadi faktor penting kekuatan ekonomi Indonesia," pungkasnya. (Kristiadi/AD/OL-10)
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
Lulusan pendidikan Vokasi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Serentak Politeknik.
Kemendikdasmen melalui Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Kemitraan berkelanjutan mampu memberikan manfaat berlapis, salah satunya memperkuat kapasitas institusi pendidikan sebagai penyedia talenta.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved