Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN sebuah usaha bukan perkara yang sederhana. Salah satu hal yang sering membuat usaha gagal berkembang adalah ketidakmampuan seorang pebisnis pemula dalam mengelola keuangan dari usaha yang dijalankan.
Fashionpreneur, Rizka Ade, mengatakan dirinya juga sempat mengalami sedikit kebingungan dalam mengelola keuangan dari bisnis yang ia jalankan. Rizka Ade menjalankan bisnis di bidang fesyen sejak tahun 2020.
Rizka menceritakan, awalnya ia banyak menjalankan bisnis dengan mengandalkan uang tabungan keluarga serta pemberian suaminya. Namun, pada akhirnya ia merasa cara tersebut tidak efektif dan akan membuat bisnisnya sulit berkembang.
Baca juga : Kiat Sukses Sinta Diamor Dirikan Bisnis Kosmetik yang Berdaya Saing
1. Pisahkan keuangan pribadi dengan bisnis
Rizka Ade menegaskan, sangat penting untuk memisahkan keuangan yang digunakan untuk kebutuhan pribadi dan untuk bisnis.
Baca juga : Catat! Inilah Enam Tips Juanito Alfa Jadi Pengusaha Muda yang Sukses
“Tidak boleh gabungkan keuangan pribadi dengan bisnis. Teknisnya kita taruh di dompet yang berbeda. Kalau punya rekening, siapkan masing-masing untuk kebutuhan berbeda,” katanya, dalam peluncuran Kanal Jelita, Media Indonesia, di Vertu Harmoni Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024.
2. Catat setiap transaksi keuangan dengan ketat
Rizka Ade juga mengatakan, jika ingin manajemen keuangan bisnis yang dijalankan lancar, pastikan sistem administrasi dan pencatatan dibuat dengan rapi dan teliti.
Baca juga : Inilah Tips Dongkrak Pendapatan Bisnis Kuliner Saat Ramadan
“Harus mencatat setiap pengeluaran, entah pengeluaran pribadi atau bisnis. Catatannya harus terpisah. Agar tahu seberapa besar yang dikeluarkan masing-masing,” katanya.
3. Disiplin membayar utang
Rizka mengatakan, bisnis kecil-kecilan biasanya dimulai dengan menggunakan uang pribadi atau tabungan keluarga sebagai modal. Meski begitu, ia berpesan jangan menggampangkan penggunaan tersebut, melainkan tegaskan bahwa itu adalah bagian dari utang usaha.
“Dengan begitu kita juga jadi lebih termotivasi, bagaimana caranya harus mendapatkan untung supaya bisa membayar utangnya juga, meski misalnya sama suami sendiri,” tuturnya.
(Z-9)
Tidak hanya yang legendaris, sejumlah merek skincare yang terhitung muda juga membuka sistem maklun bagi merek lain.
Tips dan trik menggunakan body fragrance yang baik dan benar
Olahraga lari bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sebuah kesempatan untuk menyelaraskan tubuh dan pikiran.
Langkah pencegahan sangat penting untuk mengurangi risiko stretch mark, meskipun menghilangkannya sepenuhnya bisa menjadi tantangan.
DALAM upaya mengatasi jerawat yang parah dan membandel, Dr. Nandia Amanda dari NMW Aesthetic memberikan wawasan mendalam mengenai faktor penyebab dan solusi praktis
Banyak desainer fesyen berlomba-lomba menghadirkan busana muslim terbaik untuk wanita. Fesyen Desainer Vivi Mar'i Zubedi dengan merek Vivi Zubedi, Brand no Brand hingga terbaru Mayyech.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Rudolf mengaku belum tahu detail terkait gugatan yang dilayangkan Bali Towerindo kepada Pemkab Badung tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved