Senin 07 Juni 2021, 21:52 WIB

Kawasan Industri Konawe Dapat Dongkrak Perekonomian Sultra

mediaindonesia.com | Nusantara
Kawasan Industri Konawe Dapat Dongkrak Perekonomian Sultra

Ist
Kawasan Industri Konawe dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) diharap dorong perekonomian Sultra.

 

DENGAN ditetapkannya Kawasan Industri Konawe dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres No 109 tahun 2020 diyakini akan semakin mendongkrak perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Terlebih lagi dengan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang masuk dalam Objek Vital Nasional subbidang mineral dan batubara berdasarkan Kepmen No77K/90/MEM/2019.

Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito melihat bahwa keberadaan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) menjadi salah satu penggerak utama wilayah pusat-pusat pertumbuhan industri di Sulawesi Tenggara.

"Realisasi investasi di kawasan tersebut sebesar 47 triliun rupiah dan telah menyerap tenaga kerja dalam catatan kami sebanyak 16.515 orang. Ini menjadi sesuatu yang kita banggakan saat melihat percepatan realisasi investasi di Kawasan Industri Konawe," ujar Ignatius  pada keterangan pers, Senin (7/6).

Ignatius melanjutkan, jika merujuk ke data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama 5 tahun terakhir kontribusi sektor industri di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan sebesar 0,93%.

Secara khusus, Kabupaten Konawe sendiri terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 18,25%.

Dengan catatan tersebut, Ignatius menilai bahwa kontribusi produksi nikel PT VDNI akan meningkat sebesar 4%  dalam beberapa tahun ke depan.

"Kalau melihat dari kontribusi tadi, saya pikir cukup signifikan juga, secara nasional sekitar 15%," lanjut Ignatius.

Kawasan industri yang didesain sebagai kawasan berbasis smelter feronikel ini, menurutnya akan membuat industri pengolahan dan pemurnian berbasis nikel akan semakin menggeliat di Indonesia.

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan program peningkatan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.

"Seiring dengan peningkatan investasi yang masuk ke Indonesia, terlebih lagi industri smelter ini lah yang berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga diharapkan Virtue Dragon mampu menjadi pusat industri berbasis stainless steel berkelas dunia," paparnya.

Selain itu, dalam kunjunganya, Ignatius melihat ada beberapa tantangan berupa kebutuhan infrastruktur yaitu peningkatan akses jalan menuju kawasan industri dan percepatan perizinan SIPA atau untuk air baku yang sampai saat ini belum terbit.

Karena itu pihaknya dari Kementerian perindustrian (Kemenperin) sudah mendata dan bersama Balai pengelolaan jalan nasional, selain itu PUPR telah melihat langsung kendala tersebut.

“Kami segera akan melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk diserahkan, baik jalan menuju kawasan maupun untuk penyediaan air baku tersebut,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Wibowo Sangkala

Karang Taruna Banten Lirik Peluang Usaha

👤Wibowo Sangkala 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 22:00 WIB
Karang Taruna Banten berusaha menjadi akselerator dari sisi akses penunjang bagi kelancaran usaha para anggota Karang Taruna yang...
MI/CRI CANON RIA DEWI

Sinergi BUMN dan BUM-Des Percepat Pemulihan Ekonomi di Lampung

👤Cri Canon Ria Dewi 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:10 WIB
Pemprov Lampung terus membuat terobosan baru berupa program-program unggulan yang bersinergi dengan BUM-Des dan Desa...
MI/YOSE HENDRA

PT Pangansari Utama Saling Sinergi Kembangkan Nasi Padang Instan

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:08 WIB
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat Efendi melihat peluncuran Nasi Padang Instan merupakan wujud implementasi masa depan pangan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya