Jumat 04 Juni 2021, 08:32 WIB

Pusri Dorong Pengembangan Generasi Milenial Pertanian di Sumsel

Dwi Apriani | Nusantara
Pusri Dorong Pengembangan Generasi Milenial Pertanian di Sumsel

MI/Dwi Apriani
Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh (kiri) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

 

SEJUMLAH daerah di Tanah Air sudah mulai mengembangkan sektor pertanian bagi generasi milenial. Salah satunya, Jawa Barat dan menyusul Sumatra Selatan yang akan memulai hal yang sama.

Untuk itu, sebagai upaya mendukung pengembangan tersebut, PT Pupuk Sriwidjaja menjalin kerja sama dengan PT Agro Jabar, BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang fokus pada sektor pertanian.

Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh mengatakan pihaknya bersama Agro Jabar membentuk program Millennial Agrosolution (Minion) yang juga bakal diterapkan di Sumatra Selatan.

Baca juga: Warga Yogya Aksi Bagi-Bagi Pecel Lele Gratis di Malioboro

"Pusri akan menyiapkan teknologi budi daya dan kebutuhan pupuk untuk komunitas Minion ini, sementara Agro Jabar akan menyediakan benih jagung dan bertindak selaku offtaker," katanya di Palembang, Kamis (3/6).

Diakuinya, PT Agro Jabar telah berpengalaman dalam mengelola hasil tani generasi milenial di Jawa Barat sehingga kerja sama tersebut merupakan kesempatan baik bagi Pusri untuk mengelola komunitas Minion.

Perusahaan pun berharap kerja sama tersebut dapat berlangsung tidak hanya di Sumsel, tetapi juga bisa meluas hingga skala nasional.

"Lewat kerja sama ini, kami berharap akan terbentuk generasi milenial yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam melakukan budidaya maupun bisnis di bidang pertanian," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah memulai program milenial agrosolution di wilayahnya, dan saat ini sedang berjalan.

"Namun untuk mengadopsi petani milenial ini tentu berproses, baru dirilis, butuh waktu sekitar satu tahun. Jika sudah setahun, sistem dan anggaran kebijakan sudah ada dan kita evaluasi," jelasnya.

Provinsi Jabar memerlukan suplai komoditas pangan dari provinsi lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jabar.

"Jumlah penduduk Jabar sangat banyak ada 50 juta jiwa, tentu saja butuh suplai untuk ketahanan pangan. Makanya kami datang ke Sumsel untuk menyerap hasil produksi di sini," katanya.

Ia menjelaskan, untuk tahap awal, pihaknya akan menyerap sekitar 25.000 ton jagung per bulan dari Sumsel.

"Tentu saja untuk kebutuhan pupuk bagi pertanian jagung ini akan disuplai dari Pusri Palembang," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jaswita Jabar Kembangkan Objek Wisata Baru di Ciwidey

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:40 WIB
Hejo Forest menyajikan wisata alam di Kabupaten...
MI/Ruta Suryana

240 Siswa PAUD dan Orangtua Berkolaborasi Ikuti Lomba Kreativitas

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:38 WIB
Pada acara ini ada 3 kegiatan yang dilombakan. Yakni Lomba Peragaan Busana ke Pura, Lomba Simulasi Berlian, dan Lomba Menyajikan...
DOK MI

Polda NTT Tahan Istri Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

👤Palce Amalo 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:34 WIB
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan Irawaty Astana Dewi Ua atau Ira, istri Randy Bajideh, terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak. Ira...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya