Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembangunan lokasi wisata kuliner dan perdagangan jasa lainnya di bekas lokasi pasar Peunayong, Banda Aceh, diperkirakan membutuhkan anggaran hingga sekitar Rp60 miliar.
"Kita prediksi kebutuhan anggaran pembangunan wisata kuliner dan perdagangan jasa ini sekitar Rp55 miliar sampai Rp60 miliar," kata Kepala Dinas PUPR Banda Aceh Jalaluddin, di Banda Aceh, Kamis.
Jalaluddin mengatakan, di kawasan Peunayong tersebut terdapat tiga titik tempat penjualan yakni pasar ikan, Kartini dan lapangan SMEP, memiliki lahan sekitar 11,7 hektare (Ha). Seluruh area itu akan dibangun lokasi wisata kuliner, perdagangan jasa hingga tempat bermain anak. "Lahan pembangunannya di pasar lapangan SMEP seluas delapan ribu meter, pasar ikan 2,7 ribu meter, dan pasar sayur Kartini sekitar 1.000 meter," ujarnya.
Jalaluddin menyampaikan, untuk konsep rencana pembangunan tersebut sudah difinalisasi serta diusulkan tahun ini agar kemudian dapat direalisasi pada mata anggaran 2022 mendatang.
"Wacana ini sudah kita usulkan tahun ini dan akan dilaksanakan 2022 mendatang, kita persiapkan terus termasuk membahas masalah tata ruangnya," kata Jalaluddin.
Ia menuturkan, kebutuhan anggaran Rp 60 miliar sudah diusulkan dalam APBK Banda Aceh. Namun, karena terlalu besar, ia berharap dapat dibantu oleh keuangan provinsi melalui dana otonomi khusus (Otsus) atau dengan bantuan APBN lewat Kementerian PUPR.
"Kita lihat peluang, kita harap bisa dibantu provinsi, karena lokasi ini berada di ibu kota Aceh, serta merupakan tempat sentral bisnis di Banda Aceh," demikian Jalaluddin.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh telah merelokasi sekitar 738 pedagang dari pasar Peunayong ke pasar Al Mahirah Lamdingin kota setempat. Perpindahan pedagang tersebut dilakukan karena adanya rencana penataan ulang lokasi itu menjadi pusat wisata kuliner dan perdagangan jasa lainnya. (Ant/OL-12)
Dengan rentang harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp20.000 hingga Rp65.000, Gedong Heritage menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kalangan keluarga.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved