Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mengajukan tambahan 40.650 dosis vaksin Astrazeneca kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa saat dikonfirmasi Minggu (23/5). Ia mengatakan, pengajuan tambahan kuota sudah dilakukan setelah sebelumnya menggelar rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan vaksinasi dengan vaksin Astrazeneca dan perencanaan vaksinasi selanjutnya.
Suyasa menjelaskan, vaksin Astrazeneca sejumlah 50.000 dosis yang diberikan sebelumnya telah habis digunakan. Bahkan, dari segi jumlah, masyarakat yang datang lebih banyak dari jumlah ketersediaan vaksin. Sehingga, ada beberapa desa yang kekurangan vaksin. Oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng melaporkan kepada Satgas Provinsi.
"Pihak di provinsi sangat menyambut hal ini dan mengatakan silakan Buleleng mengajukan kembali permohonan vaksin berikutnya atau tambahan vaksin," jelasnya.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan para camat se-Kabupaten Buleleng yang mengetahui kondisi desa atau kelurahan di masing-masing wilayahnya, ditentukan jumlah tambahan yang akan diajukan. Dengan proporsi jumlah penduduk yang ada, hampir semua desa di luar yang sudah pernah dapat diberikan. Tentunya sesuai dengan proporsi yang diusulkan para camat.
"Jadi total ada pengajuan tambahan sebesar 40.650 dosis," ucap Suyasa.
Baca juga: Buleleng Targetkan 17 Ribu Vaksin Astrazeneca Beres Sepekan
Suyasa mengatakan, koordinasi juga terus dilakukan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mengenai usulan tambahan vaksin ini. Pihak Satgas Provinsi juga berjanji akan memberikan. Walaupun vaksin tidak sekaligus tiba, penerimaan bisa dilakukan secara bertahap. Jadwal pelaksanaan vaksinasi diatur oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) beserta para camat dan desa yang bersangkutan. Dengan jumlah 40.650 dosis ini, akan dilaksanakan vaksinasi kurang lebih dua minggu di hampir semua desa.
"Sesuai dengan koordinasi Dinkes Kabupaten Buleleng dengan provinsi, dipersilakan untuk ambil di hari Senin (24/5). Jadi, karena Senin baru bisa diambil, maka Selasa (25/5) baru bisa dimulai," tuturnya.
Mantan Kepala Disdikpora Buleleng ini menambahkan vaksinasi dengan vaksin tambahan ini tidak lagi melihat klaster yang telah ditentukan sebelumnya. Saat ini, hanya memakai klaster kewilayahan. Ini disebabkan karena klaster pariwisata sudah selesai dilaksanakan. Sehingga, kembali lagi ke desa-desa. Hampir seluruh desa nantinya akan ada vaksinasi. Vaksinasi masih diprioritaskan untuk para lansia sesuai dengan arahan Bupati Buleleng selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19.
"Lansia masih menjadi sasaran utama. Tapi kalau misalkan sudah tidak bisa lagi dan vaksin masih tersisa, tentu kepada usia-usia yang lebih muda dan tetap di desa yang bersangkutan," tukas Suyasa.(OL-5)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Menurut Esra, keberagaman sudut pandang inilah yang memicu munculnya ide-ide baru dan menciptakan keputusan yang lebih berkelanjutan.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Kemenkes dan AstraZeneca dalam penanganan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kanker, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi virus RSV, penyakit ginjal kronis.
TEMA Hari Asma Sedunia 2025 yaitu Jadikan Perawatan Inhalasi Dapat Diakses oleh SEMUA ORANG! (Make Inhaled Treatments Accessible for ALL!).
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved