Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Buleleng, Bali menargetkan 17 ribu dosis vaksin Astrazeneca selesai disuntikkan ke warga dalam sepekan. Buleleng juga memprioritas vaksin Covid-19 Astrazeneca yang masih dimilikinya akan digunakan untuk menyelesaikan vaksinasi terhadap masyarakat yang berusia 40 tahun ke atas dan lansia.
Sebelumnya, Pemkab Buleleng telah menerima sebanyak 50.000 dosis vaksin Astrazeneca. Vaksin yang diterima, digunakan untuk melakukan vaksinasi kepada warga yang berusia di atas 40 tahun.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, prioritas ini diambil karena pada usia tersebut cukup rentan terpapar Covid-19. "Kalau yang berumur 20 hingga 40 tahun dikatakan memiliki imun tubuh yang lebih bagus. Mortalitas (angka kematian) yang paling besar juga lebih banyak terjadi pada usia lanjut," terang Agus, Kamis (20/5/2021).
Strategi vaksinasi tuntas warga berusia 40 tahun ke atas telah dilakukan di Kecamatan Buleleng mulai 5 Mei hingga 19 Mei 2021. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 33.000 vaksin telah dipergunakan. Pemkab Buleleng bergerak cepat untuk mendistribusikan 17.000 sisa vaksin Astrazeneca yang masih dimiliki.
Diputuskan, semua dosis vaksin tersebut akan dialokasikan untuk melakukan vaksinasi di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Buleleng. "Sampai hari ini sudah di angka lebih dari 66%, sebanyak 17.000 atau sekitar 35% sisanya ini sudah kami buatkan skema baru, dalam satu pekan ini," jelas Sekda Buleleng Gede Suyasa.
Suyasa menjelaskan bahwa 17.000 vaksin Astrazeneca tersebut akan dibagi untuk melakukan vaksinasi kepada tiga klaster sasaran yaitu klaster pariwisata yang masih ada sisa, klaster kasus, dan juga klaster wilayah. "Sesuai arahan Pak Bupati, agar wilayah yang agak padat penduduknya seperti Kecamatan Seririt dapat diberikan porsi lebih besar. Oleh karena itu dari 17.000, kita berikan 7.000 dosis vaksin di Seririt dengan desa/kelurahan yang sudah ditentukan," paparnya.
Lanjut dia, klaster kasus mendapat alokasi sebanyak 7.000 dosis vaksin yang telah dibagi kepada kelurahan dan desa yang masih memiliki kasus aktif. Kemudian untuk klaster pariwisata mendapatkan alokasi sebanyak 3.000 dosis vaksin Astrazeneca yang akan menyasar pelaku pariwisata di beberapa kawasan pariwisata di Buleleng.
Proses vaksinasi tersebut akan dimulai hari ini Kamis (20/5) dan direncanakan dilakukan selama maksimal 3 (tiga) hari hingga Sabtu (22/5) mendatang. Tim vaksinator yang dikerahkan nantinya berjumlah 30 tim yang akan dikoordinir oleh Dinas Kesehatan dengan masing- masing titik yang sudah disiapakan juga.
Selaku Sekretaris Satgas, Ia mengharapkan vaksinasi 17.000 vaksin Astrazeneca yang telah diskemakan berjalan dengan lancar. Menurutnya jika ada kendala di lapangan, akan dilakukan penurunan target usia dari yang sebelumnya ditetapkan. "Prioritas lansia yang berusia 40 tahun ke atas, jika masih ada kendala lagi seperti di Kecamatan Buleleng maka kita akan turunkan kepada 30 tahun ke atas. Jika masih ada sisa akan diberikan kepada 18 tahun ke atas, dan jika masih ada sisa lagi kita akan pindah lokasi," pungkas Suyasa. (OL-13)
Baca Juga: Soal TWK KPK, Romo Benny Heran Kok Christ Wamea Sewot
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Menurut Esra, keberagaman sudut pandang inilah yang memicu munculnya ide-ide baru dan menciptakan keputusan yang lebih berkelanjutan.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Kemenkes dan AstraZeneca dalam penanganan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kanker, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi virus RSV, penyakit ginjal kronis.
TEMA Hari Asma Sedunia 2025 yaitu Jadikan Perawatan Inhalasi Dapat Diakses oleh SEMUA ORANG! (Make Inhaled Treatments Accessible for ALL!).
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved