Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTUSAN majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tuban terkait sengketa kepengurusan di Klenteng Kwan Sing Bio, menguatkan tegaknya kebenaran.
Demikian disampaikan tokoh Konghucu Alim Sugiantoro menanggapi putusan PN Tuban yang dikeluarkan pada 10 Mei lalu.
Menurut Ketua Penilik Demisioner Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio itu, kebenaran tersebut adalah klenteng terbesar di Asia Tenggara itu adalah tempat ibadah bersama tiga agama, yakni Konghucu, Buddha dan Tao.
"Sampai kapan pun, Kelenteng Kwan Sing Bio bukanlah wihara. Ini tempat ibadah bukan untuk saudara-saudara umat Buddha saja," ungkap Alim dalam keterangannya, Senin (17/5)
Alim berharap putusan dari majelis hakim di PN Tuban pada 10 Mei 2021 menjadi akhir dari sengketa di klenteng tersebut. "Semua pihak, terutama umat Konghucu, Buddha dan Tao bisa kembali bersatu dalam menjalani ibadah masing-masing dengan tenang dan aman," ujarnya.
Diakui Alim bahwa konflik di dalam kepengurusan Klenteng Kwan Sing Bio sangat melelahkan dan membuat umat tidak nyaman beribadah. "Sengketa ini menjadi sesuatu yang memalukan di negara yang sangat menjunjung tinggi tolerasi beragama," kata dia.
Namun, di sisi lain, Alim bersyukur pemerintah hadir untuk meluruskan sesuatu yang melenceng di kelenteng itu. Dimana Dirjen Bimas Buddha pun dengan bijak mengakui kekeliruannya, dan mencabut seluruh keputusan dan produk tata usaha negaranya, termasuk surat yang menyatakan Kelenteng Tuban sebagai Tempat Ibadah Umat Buddha.
"Mereka juga tidak melakukan banding ke PTUN. Semoga semua pihak bisa menyadari dan segera berbenah untuk masa depan yang lebih baik," ucapnya.
Dalam amar putusan PN Tuban tertanggal 10 Mei 2021 terungkap majelis hakim menolak eksepsi tergugat Mardjojo alias Tio Eng Bo untuk seluruhnya. Majelis hakim mengatakan, permohonan Tanda Daftar Tempat Ibadah Klenteng Tuban untuk mendapatkan tanda daftar rumah ibadah Agama Buddha yang ditujukan kepada Dirjen Bimas Budha Kementerian Agama RI, adalah perbuatan melawan hukum. (OL-13)
Baca Juga: Konflik Internal Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Berakhir Damai
Samuji (72) tak bisa menyembunyikan rasa leganya. Puluhan tahun mengandalkan kekuatan betis untuk memutar roda demi mengais rezeki, kini ia bisa bernapas lebih panjang.
Bupati Tuban bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) menyerahkan bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto, bagi warga kurang mampu yang sudah lanjut usia.
Layanan angkutan gratis Si Mas Ganteng dengan 20 mobil dan 20 bus disediakan pemda untuk transportasi aman dan nyaman bagi pelajar.
Sekitar 1000 batang pohon ditanam sejumlah elemen masyarakat dan pelajar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (9/11).
Hingga Senin (27/10) sore, baru dua lokasi yang dilakukan pengecekan, yakni, SPBU Patung di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban serta SPBU Dasin di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.
Lahan baku sawah (LBS) dan tegalan yang bakal di tanami jagung di Kabupaten Tuban, seluas 8.740 hektar. Hingga kuartal lV ini, lahan yang sudah ditanami jagung seluas 1.133 hektar.
Perayaan Imlek menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, berdoa untuk kesehatan dan kebahagiaan orangtua, serta saling berbagi melalui tradisi bagi angpau.
Penyelenggaraan makan gratis menyajikan menu sayur lodeh, ikan pindang, tempe goreng dan kerupuk berlangsung 27-29 Januari.
Hari kebesaran ini dirayakan serentak di seluruh dunia oleh umat Tao untuk menghormati Er Lang Shen, yang dikenal sebagai Dewa Pelindung yang penuh keberanian dan keadilan.
Tradisi inisiasi Tao, atau yang dikenal sebagai taoyingsuk merupakan momen sakral di mana individu memasuki jalan kepercayaan Tao secara lebih dalam.
SETELAH sukses di Bandung dan Surabaya, kali ini Cleo Festival Kuliner akan membawa kesegaran air murni kepada ribuan warga Semarang pada 24-25 Mei berlokasi di Kelenteng Sam Poo Kong.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah, Yayasan Sam Poo Kong Semarang merespons tingginya harga beras dengan menggelar program tebus beras dengan pembayaran berdasarkan keikhlasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved