Minggu 16 Mei 2021, 14:50 WIB

Penyekatan Arus Mudik di Sulsel Diklaim Efektif

Lina Herlina | Nusantara
Penyekatan Arus Mudik di Sulsel Diklaim Efektif

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Petugas gabungan memeriksa sejumlah pengendara yang akan melewati pemeriksaan di perbatasan Kabupaten Gowa dan Makassar, Sulawesi Selatan.

 

KEPALA Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah mengklaim penyekatan mudik sejak 6 Mei sangat efektif menghalau kendaraan yang akan mudik, di tengah adanya larangan mudik hingga 17 Mei 2021. Menurutnya hingga hari lebaran Idusl Firti lebih dari 1.600 kendaraan di sejumlah titik penyekatan mudi di Sulsel diputar balik agar tidak mudik, karena tudak mengantingi izin dan sejenisnya.

"Paling banyak yang diminta putar balin itu di area Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa/Gowa dan Takalar). Ada juga dua bus dari arah Tana Toraja menuju Makassar diminta putar balik di Parepare," ungkap Arafah, Minggu (16/5).

Meski demikian, Dinas Perhubungan dan semua tim gabungan yang tergabung dalam operasi ketupat masih terus memantau perbatasan.

"Karena kita menduga, banyak saudara kita yang suda mudik duluan sebelum 6 Mei," kata Arafah.

Dia juga menyebut kemungkinan mereka itu akan balik Selasa (18/5), setelah menyekatan selesai. "Karena dari pantauan kita hingga saat ini belum ada lonjakan kendaraan yang masuk Makassar. Mungkin sebentar malam karena akan masuk kantor besok. Atau tanggal 18 Mei karena besok masih penyekatan," lanjut Arafah.

baca juga: Penyekatan

Sementara itu, dari pantauan di perbatasan Kabupaten Soppeng-Barru, perbatasan Pangkep-Barru, dan perbatasan Maros-Pangkep, petugas terlihat menghentikan bantak kendaraan, dan memeriksa kelengkapan berkas atau izin jalan mereka.

"Pakai maskernya pak," kata ibu petugas yang menegur pengendaar mobil setelah memeriksa surat jalan, dan membolehkan mobil masuk ke daerah Soppeng.

Di perbatasan Pangkep-Barru sendiri, petugas melakukan swab antigen secara acak terhadap pengendara kendaraan pribadi yang melintas menuju ke arah Maros dan Makassar. Bahkan di Poros Maros-Pangkep, antrean kendaraan terjadi, karena petugas menghentikan dan memeriksa semua kendaraan yang akan melintas. (OL-3)

 

Baca Juga

dok.PT Timah tbk.

IUP Digarap Penambang Ilegal, PT.Timah Merugi Rp8 Miliar/bulan

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:35 WIB
PT. Timah Tbk mengaku, aktivitas penambangan ilegal wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) miliknya di Desa Air Inas Keposang Bangka...
MI/Ramdani

Akibat Pandemi, Pengusaha Travel di Temanggung Jual Aset

👤Tosiani 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:11 WIB
Abeng, salah seorang pengusaha travel, mengatakan terpaksa menjual lima unit kendaraan yang merupakan aset perusahaan. Hal itu ia lakukan...
Ant/Fikri Yusuf

Pramana Bantah WFB Picu Lonjakan Kasus Covid-19 di Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 23 Juni 2021, 11:55 WIB
PEMERINTAH Provinsi Bali membantah kebijakan Work From Bali (WFB) sebagai pemicu lonjakan kasus Covid-19 di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya