Jumat 07 Mei 2021, 20:51 WIB

Masalah Internet Bisa Bikin PON di Papua Ambyar

Thomas Harming Suwarta | Nusantara
Masalah Internet Bisa Bikin PON di Papua Ambyar

dok.pribadi
Anggota DPR Papua Boy Markus Dawir (baju biru)

 

AKSES internet di Papua, terutama di dua kota utama yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura serta beberapa daerah sekitarnya sampai saat ini masih belum aktif. Pemerintah diminta untuk segera mengambil tindakan darurat agar akses internet bisa kembali normal. Sebab akan berimbas pada lumpuhnya kegiatan masyarakat dan terutama beberapa agenda strategis di depan mata yaitu penyelenggaraan PON 2021.

"Tidak bisa kita bayangkan bagaimana infrastuktur vital ini bisa terbengkelai begitu lama. Ini sudah hampir satu minggu akses internet putus. Artinya kesigapan pemerintah sangat lemah dalam mengatasi masalah, padahal Papua saat ini sedang menyiapkan even besar seperti PON. Kalau internet mati, lalu masyarakat bisa apa?" ungkap Anggota DPR Papua Boy Markus Dawir dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (7/5).

Bukan hanya itu Boy juga menyayangkan langkah antisipasi dalam menyelesaikan masalah putusnya internet di Papua karena tidak ada upaya solusi darurat sambil menunggu langkah perbaikan secara menyeluruh. Imbas putusnya internet di Papua sangat luar biasa.

"Dari sisi kegiatan belajar mengajar siswa dan mahasiswa sudah pasti terganggu. Kegiatan ekonomi berbasis online juga terkendala dan itu tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Pemerintah suruh belajar dari rumah, lalu internet mati, masyarakat bisa apa?," kata Boy.

Dalam rangka itu kata dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika harus sesegera mungkin mengembalikan akses internet yang putus di Papua. "Jangan sampai gara-gara masalah ini, masyarakat Papua punya spekulasi lain apalagi beberapa waktu terakhir situasi di Papua cenderung memanas pasca tertembaknya Kepala BIN Daerah Papua. Jadi harap ini jadi perhatian serius," tegasnya.

Even PON kata dia sangat tergantung pada akses internet. Dia mengingatkan jika saja masih terus terbengkelai, maka sebaiknya PON ditunda saja. "Karena percuma juga kalau akses internet susah. Apalagi dua kota ini adalah penyangga kegiatan PON yang utama. Jika internet di sini saja bermasalah bagaimana persiapan PON bisa maksimal? Ini tolong jadi perhatian pemerintah," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: 515 Pemohon Ajukan SIKM di Jakarta, Hanya 65 yang Disetujui

Baca Juga

Medcom

Empat Kasus Kekerasan terhadap Pers Terjadi di Sumut Sebulan Terakhir

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:58 WIB
Sebelum kasus pembunuhan Marsal, pada 29 Mei 2021 rumah seorang jurnalis bernama Abdul Kohar Lubis di Kota Pematangsiantar diteror...
DOK

Apps Sumut Bersinar, Cara Baru Polda Sumut Perangi Marak Narkoba

👤 Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:50 WIB
Adalah AKBP Fadris SR Lana, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, yang menjadi sosok sentral di balik aplikasi...
DOK

Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:40 WIB
Sebagai ASN tertinggi di Nias Utara seharusnya Yafeti menjadi teladan bagi masyarakatnya. Bukan malah melakukan tindakan tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya