Rabu 05 Mei 2021, 11:40 WIB

4.327 Personel Jaga 42 Titik Perbatasan Agar Warga tidak Mudik

Lina Herlina | Nusantara
4.327 Personel Jaga 42 Titik Perbatasan Agar Warga tidak Mudik

Dok Polda Sulawesi Selatan
SEBANYAK 4.327 personel gabungan TNI-Polri dan Pemerintah daerah di Sulawesi Selatan, akan melakukan pengamanan pada Operasi Ketupat 2021

 

SEBANYAK 4.327 personel gabungan TNI-Polri dan Pemerintah daerah di Sulawesi Selatan, akan melakukan pengamanan pada Operasi Ketupat 2021 yang akan digelar mulai 6 hingga 17 Mei mendatang. Menurut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Merdisyam, Selasa (5/5) usai gelar pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani Makassar mengatakan, semu personel akan disiagakan di sejumlah titik yang sudah disiapkan.

"Ada 42 titik perbatasan yang akan dijaga di seluruh wilayah Sulsel. Ada 48 pos keamanan, dan ada 27 pos pemantauan dan pengawasan yang siaga 24 jam," kata Merdisyam.

"Pengawasan akan betul-betul diperketat, dan semua pos jaga ada di batas-batas kota, kecuali wilayah aglomerasi, yaitu Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar, diberi kesempatan, tetap ada arus perpindahan, karena wilayah kerja. Tapi protokol kesehatan tetap diterapkan," sambung Merdisyam.

Meski demikian, dia menegaskan, tetap ada batasan bagi mereka yang boleh melewati perbatasan, seperti dinas dengan menunjukkan surat keterangan atau izin, dan peredaran barang seperti kebutuhan pokok. "Semua akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan," tegasnya.

baca juga: Larangan mudik

Hal itu pun lebih ditegaskan lagi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Karena menurutnya operasi ketupat kali ini, sama dengan tahun sebelumnya. Agar dilakukan penyekatan, sehingga penyebaran virus korona atau covid-19 bisa diatasi.

"Tidak usah mudik dulu. Inikan kita sudah alami dua tahun. Hindari dulu hal-hal yang bisa menyebabkan penularan covid-19 kian menjadi, terlebih varian B-1617 sudah dideteksi masuk di Indonesia. Jangan sampai itu masuk Sulsel," kata Sudirman.

Lantaran lanjutnya, angka kesembuhan di Sulsel itu paling tinggi di Indonesia, angka kematian juga terendah. "Jangan sampai kasus positif kita jadi tertinggi karena banyak kerumunan. Itulah fungsi penyekatan yang dilakukan saat ini," tutup Sudirman. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/AKHMAD SAFUAN

6 Korban Kapal Tenggelam di Kedungombo Ditemukan

👤Widjajadi 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 20:05 WIB
Petaka terjadi saat para penumpang berebutan melakukan swafoto di bagian depan...
Antara

BNPB: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Nias

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 15:10 WIB
Masyarakat diminta menghindari bangunan retak atau rusak akibat guncangan gempa di wilayah Nias. Serta, memperhatikan informasi resmi...
MI/Apul Iskandar

Forum DAS: Alih Fungsi, Penebangan Hutan Penyebab Banjir Parapat

👤Apul √Ćskandar 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 13:21 WIB
Pemerintah harus dengan segera mencari solusi agar banjir bandang tidak terjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya