Kamis 29 April 2021, 16:20 WIB

Bahu Jalan Nasional di Jalur Cipanas-Puncak Ambles

Benny Bastiandy | Nusantara
Bahu Jalan Nasional di Jalur Cipanas-Puncak Ambles

Antara
Ilustrasi jalan ambles

 

TEMBOK penahan tebing pada bahu jalan nasional di Jalan Raya Cipanas-Puncak atau tepatnya di Kampung Jemprak Desa Ciloto Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami ambles bersamaan hujan deras, Rabu (28/4) malam.

Saat ini Balai Besar Pengelola Jalan Nasional VI Kementerian PUPR sedang melakukan berbagai upaya penanganan agar amblesan tidak melebar ke badan jalan.

Kepala Balai BPJN VI, Hari Suko, menjelaskan kronologis amblesnya TPT bahu jalan nasional itu berawal saat hujan lebat di kawasan tersebut. Limpasan air dari arah di atas jalan juga semakin menambah beban bahu jalan yang kondisinya awalnya kedapatan mengalami retak-retak.

"Limpasan air dan lumpur tak bisa tertampung dari arah atas. Airnya meluap ditambah kondisi bahu jalan juga memiliki kelemahan-kelamahan," kata Hari kepada wartawan di sela peninjauan di lokasi kejadian, Kamis (29/4).

Praktis, kata Hari, air hujan ditambah luapan air dan lumpur masuk ke sela-sela retakan. Akibat tak kuat menahan beban air, konstruksi bahu jalan berstatus nasional itupun ambles hingga materialnya berdampak ke bangunan eks bioskop D Cinema.

"Penyebab utamanya ya dari luapan banjir. Air gak ketampung dari selokan," tuturnya.

Skenario penanganan akan dilakukan dengan berbagai tahap. Tahap awal rencananya membuat skema agar ketika kembali turun hujan air bisa dialirkan atau diarahkan ke drainase-drainase.

"Kemudian kami akan melakukan investigasi kontur tanah untuk keperluan desain konstruksi penanganannya. Mudah-mudahan investigasi ini bisa selesai dalam waktu tiga hari," sebutnya.

Menurut Heri, penanganan amblesnya bahu jalan memang harus dilakukan secara cepat. Apalagi ruas jalan tersebut memiliki beban volume kendaraan yang cukup tinggi mengingat sebagai jalan utama. "Kalau dibiarkan tentu bisa berpotensi mengancam hingga ke badan jalan," ucapnya.

Heri berharap dengan mulai dilaksanakannya pembatasan kendaraan bagi pemudik pada Lebaran kali ini, setidaknya bisa mengurangi sementara beban yang relatif tinggi. Namun bagi kendaraan berat, terutama yang membawa sembako ataupun material, masih bisa dipersilakan melintas.

"Harus diatur juga arus lalu lintas kendaraannya sampai ada penanganan yang permanen. Mudah-mudahan dengan sekarang diterapkan larangan mudik bisa sedikit mengurangi sementara volume kendaraan," jelasnya.

Material amblesnya bahu jalan nasional itu kabarnya mengancam satu unit rumah serta bangunan sekolah yang berada di bawah. Namun Heri menegaskan kejadian amblesnya bahu jalan karena faktor alam bukan kelalaian manusia.

"Kejadian ini kan bukan karena kesalahan kita. Ini murni karena faktor alam. Mungkin nanti dari pemerintah daerah bisa membantu mencari solusi bagi warga yang memang terdampak," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Sekolah Ambruk Siswa Dijemput Dari Posko Pengungsian Jalani UAS

 

Baca Juga

DOK.MI

Diduga Gelapkan Uang Rp1,6 M, Ketua AEKI Lampung Ditangkap

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 19:35 WIB
Polda Lampung melakukan penyelidikan kasus tersebut, bahkan tersangka sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 3 Juni...
MI/KRISTIADI/DOK.TAGANA

Dua Kecamatan di Pangandaran Tergenang akibat Luapan Sungai

👤Kristiadi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:00 WIB
Air kedua sungai itu mulai meluber dan membanjiri wilayah permukiman dan jalan pada Sabtu (13/8) sekitar pukul 13.00 WIB sehingga petugas...
MI/Susanto

Jemaah Haji Kloter 8 Debarkasi Padang Tiba di Tanah Air

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 17:05 WIB
Tampak raut bahagia terlukis dari wajah para jemaah. Ada yang tersenyum sampai terharu mengeluarkan air mata saat bertemu dengan sanak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya