Senin 26 April 2021, 11:13 WIB

Permintaan Beras Untuk Zakat di Temanggung Mulai Ramai

Tosiani | Nusantara
Permintaan Beras Untuk Zakat di Temanggung Mulai Ramai

MI/Tosiani
Seorang pengelola penggilingan padi di Temanggung menata beras untuk memenuhi permintaan beras zakat, Senin (26/4/2021).

 

MEMASUKI pekan kedua Ramadan, sejumlah tempat penggilingan padi di wilayah Temanggung, Jawa Tengah mulai kebanjiran permintaan beras untuk keperluan zakat. Permintaan beras untuk zakat diprediksi meningkat hingga menjelang Idul Fitri.

Tritis,26, salah seorang pengelola penggilingan padi di Desa Lungge, Kecamatan/Kabupaten Temanggung mengatakan sejak akhir pekan lalu permintaan beras untuk keperluan sudah terlihat meningkat. Antara lain dari warga Kabupaten Wonosobo sebanyak 3 ton beras sudah ia kirimkan.

Baca juga: Kemenag Kota Madiun Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidiah 1442

Tritis menyebutkan tahun lalu selama Ramadan, permintaan beras zakat untuk kebutuhan lokal warga Temanggung mencapai 5 ton. Belum lagi permintaan beras zakat dari daerah lain seperti Wonosobo dan Magelang, jumlahnya bisa lebih dari 5 ton.

"Biasanya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, permintaan beras zakat akan sangat tinggi setelah memasuki pekan terakhir di bulan Ramadan. Tahun ini juga mungkin sama," ujar Tritis di Temanggung, Senin (26/4).

Sri Murwati,34 pemilik usaha penggilingan padi lainnya mengaku telah memenuhi permintaan beras zakat sebanyak 2 kuintal untuk beras jenis IR64. Mendekati pertengahan Bulan Ramadhan, katanya, diperkirakan harga beras akan naik seiring dengan lonjakan permintaan beras untuk keperluan zakat. Saat ini harga beras masih di kisaran Rp9.500- Rp10.500 per kilogram.

"Biasanya orang-orang kaya yang langsung ke penggilingan membeli beras zakat dalam jumlah besar," ujar Sri Murwati.

Baca juga: Presiden Tunaikan Zakat secara Daring

Pekan lalu, menurut Sri, ia mencari pasokan gabah dari daerah Secang, Kabupaten Magelang sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp4.500 per kg GKP. Sebab di daerah Temanggung belum banyak petani yang memanen padinya. Jika permintaan beras pada pertengahan puasa cenderung makin tinggi, maka Sri berniat untuk mencari gabah ke daerah lain.

"Pertengahan puasa biasanya saya ambil beras dan gabah  dari daerah lain untuk nambah pasokan karena permintaan tinggi. Sampai H-1 lebaran biasanya permintaan masih tinggi untuk zakat," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

DOK/APINDO JAWA BARAT

Hadapi Persaingan Usaha, Pengusaha Jawa Barat Harus Bertransformasi

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 06 Desember 2021, 21:50 WIB
 Apindo Jawa Barat, saat ini, mulai mencari investor untuk kembali menggeliatkan aktivitas...
MI/Djoko Sardjono

Klaten Luncurkan Program Tuntas Vaksinasi Berhadiah Sepeda Motor

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 06 Desember 2021, 21:36 WIB
BUPATI Klaten Sri Mulyani meluncurkan program kabupaten tuntas vaksinasi di Pasar Srago, Klaten, Senin...
MI/HARYANTO

Semen Gresik Bantu Disabilitas Menjadi Mandiri

👤Haryanto 🕔Senin 06 Desember 2021, 21:35 WIB
Semen Gresik Sahabat Difabel terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan inklusif dengan menggenjot pemberdayaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya