Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga yang bangunan rumahnya rusak terdampak gempa berkekuatan 6,7 skala Richter di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur berharap mendapat bantuan dari pemerintah.
"Semoga dapat (bantuan). Kalau tidak, ini berat buat kami (untuk membangun kembali)," kata Ahmad Rodai (35), warga Desa Bethak, Kecamatan Kalidawir yang rumahnya rusak parah di bagian dapur, Sabtu (10/4).
Rodai sendiri terlihat pasrah, demikian halnya dengan sang ibu, Suyati (70). Mereka biarkan barang-barang yang tertimbun reruntuhan tetap berserak.
Evakuasi kecil sempat dilakukan, namun Rodai segera keluar dari reruntuhan karena takut konstruksi yang sudah porak-poranda kembali runtuh.
Ia juga takut gempa susulan terjadi lagi. "Saya sedang makan saat gempa mulai terjadi," tuturnya.
Rodai selamat karena insting membawanya untuk segera berlari keluar rumah. Ibunya yang ada di dapur dia bawa keluar pula, sebelum atap sebagian rumahnya yang memang sudah tua ambruk.
Tak jauh dari rumah Rodai, satu rumah lainnya milik pasangan Nurudin (75) dan Rusmiati (64) juga rusak parah di bagian ruang tamu dan kamar utama.
Mashudi (41), anak Nurudin yang juga aktivis GP Ansor yang merasakan gempa sontak lari keluar. Pertama yang dia lakukan adalah membawa ibunya keluar dari dapur, lalu ia mengevakuasi ayahnya yang sudah renta, menuju masjid desa.
Dan benar saja, begitu sampai luar rumah, atap bangunan rumahnya runtuh berdebum menimpa lantai.
Petugas dari desa dan sejumlah relawan sudah melakukan pendataan. Hasilnya akan dikoordinasikan dengan satuan kerja terkait.
"Kerugian kami mungkin lebih dari Rp50 juta. Semoga ada ukuran tangan dari pemerintah," tutur Mashudi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Tulungagung Suroto menyatakan pihaknya belum bisa memastikan bentuk dan besaran bantuan yang direkomendasikan.
"Besok kami akan lakukan pemeriksaan kondisi lapangan. Saya kira bantuannya nanti menyesuaikan , tapi untuk yang sudah ringan rasanya cukup diatasi secara gotong-royong," katanya. (OL-8)
Di tengah kemajuan teknologi, satu pertanyaan besar masih menghantui para ilmuwan, kapan dan di mana gempa besar berikutnya akan mengguncang?
Gempa dangkal M 4,9 guncang Konawe Kepulauan, Sultra, Kamis (26/3). Getaran terasa kuat hingga Kendari dan Konsel dipicu aktivitas Sesar Naik Tolo.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
Ribuan masyarakat dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti tradisi riyayan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Kantor Kemenag Jatim menggelar Rukyatul Hilal awal Ramadan 2026 menjelang sidang isbat awal puasa yang digelar Selasa (17/2), bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H di 21 titik lokasi di Jawa Timur
Pada 2025, Jawa Timur mencatatkan skor kinerja pelayanan publik terbaik nasional dengan angka 4,75 dari skala 5.
KPK juga terus meminta media untuk memberitakan kasus korupsi, agar pejabat takut apabila ingin memakan uang rakyat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa angka ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved