Kamis 08 April 2021, 12:49 WIB

Polisi Temukan Mobil Bodong Saat Tilang Elektronik di Surakarta

Widjajadi | Nusantara
Polisi Temukan Mobil Bodong Saat Tilang Elektronik di Surakarta

MI/Widjajadi
Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhityawarman Gautama Putra

 

PELAKSANAAN program tilang digital melakui pengawas kamera pemantau electronik Traffic Law Enforcemet (ETLE) di Kota Solo yang berlangsung sejak 23 Maret silam mulai menunjukkan taji untuk membongkar kejahatan.

Setidaknya seorang pemilik mobil bodong yang melakukan pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman, terpantau kemera ETLE Kerten.

"Awalnya operator ETLE Satlantas Polresta Surakarta mencatat, pengemudi mobil Calya warna hitam dengan pol AD 8694 AS, tidak memakai sabuk pengaman," kata Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhityawarman Gautama Putra, di Mako I, Kamis (8/4).

Sistem membaca mobil tersebut milik Enggung Marwoto warga Munggung RT 01 RW 03 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari. Lalu Satlantas Polresta Surakarta pun melayangkan surat tilang ke alamat bersangkutan.


Dari awal pengantaran surat tilang itulah, akhirnya terbongkar kedok pemilik mobil bodong. Ketika Enggung datang ke petugas Satlantas, muncul pengakuan, bahwa yang lewat terpantau kamera ETLE Kerten, bukan dirinya dan bukan anggota keluarga.


"Saya begitu mendapatkan laporan menyimpulkan ada penggunaan plat nopol ganda.Lalu kita sebarkan kepada anggota, jika nanti memergoki mobil Cayla hitam nopol AD 8693 AS, untuk dihentikan," imbuh dia.

Benar saja, saat salah seorang anggota melakukan patroli, terdapat mobil dengan plat tersebut melintas diruas jalan Trasito, Pajang ke arah timur. Petugas patrolo langsung membututi mobil yang diduga menggunakan nopol palsu tersebut dari belakang, dan kemudian menghentikannya di depan Stadion Sriwedari.

Pengemudi bernama Sutrisno, warga Makam Haji ini dibawa ke gedung satlantas untuk pemeriksaan lebih lanjut . Begitu dilakukan pemeriksaan atas nomor rangka dan mesin mobil.

baca juga: Pemkab Muba Siap Dukung Tilang Elektronik dan ODOL

Ketika sampai pemerikaaan STNK, ada yang mencurigakan. Tulisan ada indikasi diganti. Saat ditanyakan BPKB, Sutrisno tidak punya. Mestinya nopol AD 8693 US, tapi yang dipasang adalah AD 8693 AS.

Sutrisno mengaku membeli mobil itu dari temannya, tanpa diberi BPKB.

"Kami limpahkan kasusnya ke Satreskrim," pungkas Adhityawarman. (OL-3)

 

 

Baca Juga

Dok MI

Polisi Indragiri Hulu Akan Tindak Tegas Perusuh Saat PSU

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:20 WIB
Kapolres Indragiri Hulu Provinsi Riau, AKBP Efrizal menegaskan akan menindak tegas siapapun yang membuat kerusuhan, onar selama pemungutan...
herviewfromhome.com

Banyak Pegawai Terinfeksi Satu Puskesmas di Mukomuko Masih Tutup

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 02:00 WIB
 Adanya penambahan 12 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif...
ANTARA/OKY LUKMANSYAH

Warga Tasikmalaya Geger Penemuan Mayat Bayi Yang Dimakan Anjing

👤Kristiadi 🕔Minggu 11 April 2021, 23:22 WIB
WARGA Kampung Sukahurip Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang bayi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya