Rabu 07 April 2021, 17:53 WIB

Puluhan Jenazah Korban Longsor di NTT Dimakamkan Massal

Mediaindonesia.com | Nusantara
Puluhan Jenazah Korban Longsor di NTT Dimakamkan Massal

Antara
Liang lahat untuk permakaman massal dengan panjang 60 meter, lebar lima meter, dan dalam tiga meter.

 

Puluhan jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Lama Nele, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dimakamkan secara massal di lahan kebun singkong milik warga.

"Yang dimakamkan di sini semua keluarga. Paling banyak dari Suku Atamukin, yang lainnya Suku Wungu Blolon," kata Thomas Tupenbeda, keluarga korban yang datang berziarah di Lama Nele, Rabu.

Thomas menuturkan, liang lahat untuk permakaman massal dengan panjang 60 meter, lebar lima meter, dan dalam tiga meter mulai digali secara manual pada Minggu sore (4/4).

Keesokan harinya, menurut dia, satu unit alat berat dari warga yang berprofesi sebagai kontraktor dikerahkan untuk mendukung penyiapan liang lahat di lahan kebun singkong milik keluarga korban bencana.

Di kuburan massal itu, lilin-lilin dinyalakan.

"Lilin adalah terang Kristus yang menerangi orang meninggal, dengan menyalakan lilin kami percaya terang Kristus menerangi mereka," kata Pimpinan Klinik Pratama Pulitoben Witihama, Suster Eduarda, usai berziarah dan menyalakan lilin.

Menurut keterangan beberapa perwakilan keluarga korban, jenazah yang dimakamkan di permakaman massal tersebut berkisar 56 sampai 60 jenazah, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

Tanah longsor terjadi di Desa Lama Nele pada Minggu (4/4) sekitar pukul 01.30 waktu setempat.

"Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dari arah Gunung Ile Boleng dan datang lumpur terus tumpah di rumah penduduk. Tidak sampai lima menit, batu besar menggelinding, semua hanyut," kata Thomas.

Siklon Tropis Seroja menyebabkan angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang di Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Utara serta Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hingga Rabu pukul 14.00 WIB bencana alam yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur menyebabkan 124 orang meninggal dunia, 74 orang hilang, dan 129 orang terluka.

Bencana alam yang meliputi wilayah Nusa Tenggara Timur juga menyebabkan kerusakan permukiman dan memaksa 13.230 warga mengungsi. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA

Siklon Tropis Surigae Meningkat, Sembilan Provinsi Harus Waspada

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 17 April 2021, 11:21 WIB
BMKG mengatakan Siklon Tropis Surigae cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun tetap memberikan dampak tidak langsung bagi...
MI/Gabriel Langga

Warga Sering Gelar Pesta, Kasus Covid-19 di Sikka Naik

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 17 April 2021, 10:59 WIB
Kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur kembali meningkat. Hal ini dipicu pesta yang masih digelar oleh masyarakat...
MI/DWI APRIANI

Tersangka Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Minta Maaf JAS

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 17 April 2021, 10:55 WIB
Jason mengaku menyesal atas perbuatan tidak terpuji yang telah dilakukannya dan menyakiti orang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya