Kamis 01 April 2021, 20:45 WIB

Awak Media di Palembang Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

Dwi Apriani | Nusantara
Awak Media di Palembang Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

MI/Dwi Apriani
Awak media di Palembang mengikuti aksi mengecam kekerasan terhadap jurnalis, di Bundaran Air Mancur Palembang, Kamis (1/4).

 

PULUHAN awak media di Palembang, Sumatera Selatan menggelar aksi damai simpatik mengecam adanya kekerasan terhadap jurnalis Tempo, Nurhadi di Surabaya, Jawa Timur. Aksi damai ini digelar di Bundaran Air Mancur Palembang, Kamis (1/4).

Aksi damai ini sebagai wujud perhatian atas segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis yang ada dapat dihentikan. Aksi damai ini dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

Ketua AJI Palembang, Prawira Maulana mengatakan, kerja-kerja jurnalistik dilindungi oleh UU Pers. "Kami menyerukan agar para penegak hukum menghormati undang-undang dan tak menghalangi kerja-kerja jurnalistik," ujarnya.

Menurutnya, kekerasan merupakan tindak pidana yang melanggar setidaknya dua aturan. Yakni pasal 170 KUHP, tentang penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang. Serta Pasal 18 ayat (1) UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik.

Ia menjelaskan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan AJI Indonesia mencatat, kasus kekerasan terhadap wartawan pada 2020 meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Bahkan LBH Pers mencatat, pada 2020 terjadi 117 kasus kekerasan terhadap wartawan dan media, meningkat 32 persen dibandingkan pada 2019 sebanyak 79 kasus.

"Dari 117 kasus tersebut, sebanyak 99 kasus terjadi pada wartawan, 12 kasus pada pers mahasiswa, dan 6 kasus pada media, terutama media siber," ucapnya.

Ada beberapa tuntutan dalam aksi yang disampaikan ke Polda Sumsel, yaitu meminta Polda Jawa Timur mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Nurhadi sesuai hukum yang berlaku. Lalu, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya untuk memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang melakukan kerja-kerja jurnalistik.

"Kita juga ingin mengingatkan kepada aparat penegak hukum khususnya di Sumsel dan masyarakat, bahwa kerja-kerja jurnalistik dilindungi oleh UU Pers," kata dia. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Lina Herlina

Siap Wujudkan Kemandirian Pangan, Lebih dari 5.000 Insan Pertanian Hadiri Pra Penas 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:11 WIB
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat terbangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Hasil Lab BBVeteriner Maros Pastikan Kematian Sapi di Sulsel Negatif Antraks

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:08 WIB
Cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini menyebabkan ternak dapat dehidrasi di area...
Dok Kementan

Bawang Merah di Jayapura Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 06:30 WIB
Bawang merah antar pulau diambil dengan harga Rp6 ribu-Rp 70 ribu/kg namun kondisinya masih kotor sehingga harus dibersihkan terlebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya