Jumat 26 Maret 2021, 10:25 WIB

Gereja Akan Adukan Penganiayaan Warga ke Komnas HAM

Yohanes Manasye | Nusantara
 Gereja Akan Adukan Penganiayaan Warga ke Komnas HAM

MI/Yohanes Manasye
Ketua Komisi JPIC Keuskupan Ruteng, Romo Marthen Djenarut Pr

 

GEREJA Katolik Keuskupan Ruteng menilai adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Yosef Sudirman Bagu, warga sipil asal Siri Mese, Desa Golo Poleng, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. 

Melalui Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (Justice Peace and Integrity of Creation-JPIC), Gereja Katolik Keuskupan Ruteng mengutuk keras tindakan tersebut. Lebih dari itu, JPIC segera mengadukan persoalan tersebut kepada Komnas HAM. 

"Gereja mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan aparat. Gereja segera mengambil langkah untuk mengadukan kasus ini ke Komnas HAM," tegas Ketua Komisi JPIC Keuskupan Ruteng, Romo Marthen Djenarut Pr, Kamis (25/3) malam. 

Dalam kaca mata Gereja, jelas Marthen, kasus yang terjadi pada Selasa (16/2) lalu itu bukan sekedar kejahatan hukum tetapi juga kejahatan kemanusiaan. Kasus tersebut juga memperlihatkan adanya kejahatan negara terhadap warganya. 

"Persis dilakukan juga oleh alat negara. Ada polisi, ada tentara, ada kepala desa. Di sana ada unsur sewenang-wenang, manipulasi jabatan. Di sana juga bisa membuktikan bahwa negara lagi melakukan ketidakadilan kepada rakyatnya. Negara telah melakukan kejahatan terhadap warganya," jelas Marthen. 

Sebelumnya, pada Selasa (16/2) lalu, Yosef mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang polisi, lima orang tentara di hadapan Kepala Desa Golo Poleng Siprianus Mandut. Hasil visum et repertum Puskesmas Golo Welu yang diperoleh mediaindonesia.com menyebutkan korban mengalami luka memar di perut bagian kanan atas, dagu, dan bibir bawah bagian dalam, serta luka lecet pada lutut kiri dan bahu kiri.  

Selain itu, korban merasa nyeri pada rahang, dada, punggung, dan kepala. Dari hasil visum disimpulkan bahwa luka memar dan luka lecet pada korban disebabkan karena pukulan dan gesekan benda tumpul. 

baca juga: Polres dan Kodim Manggarai Barat Usut Dugaan Penganiayaan Warga

Penganiayaan Yosef disaksikan oleh warga kampung Siri Mese mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Peristiwa yang dialami Yosef membangkitkan ingatan orang-orang dewasa terhadap peristiwa serupa pada masa lampau. Tahun 1984, seorang warga kampung itu dianiaya dua orang tentara hingga mengalami cacat permanen. Sementara di kalangan anak-anak, penganiayaan itu membekas dalam ingatan. Mereka kerap meniru adegan penganiayaan Yosef dalam permainan sehari-hari.

Baca Juga

MI/DJOKO SARDJONO

HUT Klaten, NdarBoy Genk Goyang Ribuan Warga

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 08 Agustus 2022, 20:00 WIB
NdarBoy sukses menyedot ribuan warga Klaten dan daerah sekitar hingga memadati stadion yang terletak di Jalan Merbabu, Kota...
MI/SUPARDJI RASBAN

Telantarkan Istri, Wakil Ketua DPRD Brebes Didesak Mundur

👤Supardji Rasban 🕔Senin 08 Agustus 2022, 19:55 WIB
Mereka mendesak salah satu pimpinan DPRD Brebes mundur dari jabatannya karena telah menelantarkan istri sahnya selama...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Kepala Desa Diduga Penyuplai Dana Amunisi KKB Ditangkap

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 19:48 WIB
TL yang adalah kepala Kampung Wusi, Distrik Wusi, Kabupaten Nduga, ditangkap pada Kamis (4/8), di Kenyam, dan dari pemeriksaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya