Kamis 18 Maret 2021, 09:24 WIB

Menko PMK Muhadjir Wacanakan Gerakan Makan Ikan

Yoseph Pencawan | Nusantara
Menko PMK Muhadjir Wacanakan Gerakan Makan Ikan

DOK MI/Teresia Aan Meliana
Ikan segar melimpah sebagai sumber protein untuk mencegah stunting dan mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.

 

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mewacanakan gerakan makan ikan saat kunjungan kerja di Kepulauan Nias, Rabu (17/3). Dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3) malam, Menko PMK mengatakan masyarakat di Kepulauan Nias bisa memanfaatkan sumber daya alam lokal untuk meningkatkan gizi.

"Saya melihat sumber daya alam lokal di Nias cukup untuk kebutuhan gizi masyarakat," ujarnya saat berdialog dengan masyarakat di Balai Desa Togide'u, Kecamatan Sitombu, Nias Barat.

Sebelum Nias Barat, Muhadjir juga mengadakan dialog dengan petugas kesehatan, bidan, dan masyarakat di Kantor Wali Kota Gunungsitoli. Dia mengatakan, selain berada di atas tanah yang subur, Nias juga memiliki ikan segar yang berlimpah. Dan ikan segar mengandung asam folat alami yang bisa merangsang otak.

Karena itu dia mewacanakan adanya gerakan makan ikan di wilayah kepulauan yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota tersebut. Muhadjir memberi contoh Presiden Habibie yang sejak kecil suka makan ikan.

"Kalau bisa ini bikin gerakan makan ikan sebanyak-banyaknya, pak Habibie itu orangnya kecil tapi pintar, ternyata waktu kecilnya suka makan ikan," ujar Menko.

baca juga: Dedi Mulyadi Ajak Warga Gemar Makan Ikan dengan Bagikan Ikan Segar

Muhadjir mengatakan, sosialisasi dan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya menjaga gizi anak sangat perlu. Selain itu koordinasi antar lembaga terkait perlu ditingkatkan.  Terkait dengan stunting, Menko menegaskan sosialisasi, kerja sama dan penanganan kasus tidak boleh berdasarkan angka tetapi harus by name by adress.

"Siapa yang stunting dia harus betul betul ditelusuri dan ditangani secara berkelanjutan sampai tuntas," kata Muhadjir.

Dalam pencegahan stunting juga perlu dilakukan sejak dini, bahkan dilakukan sejak wanita masih remaja putri. Bila anak mengalami stunting, maka bukan hanya tinggi dan beratnya yang kurang, tetapi juga kemampuan otak.(OL-3)

Baca Juga

Dok. Agriensia Raya

Oleh-Oleh Kekinian Asli Medan Ini Buka Gerai Kedua, Beri Kejutan Bagi Penumpang Pesawat

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 23:08 WIB
Bolu Stim Menara merupakan makanan kekinian asli Medan yang mampu menjadikan bahan baku asli Medan seperti pandan, markisa, srikaya, jeruk...
DOK Telkomsel.

Kartu Telekomunikasi yang Dipakai Surfer WSL di Banyuwangi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:20 WIB
Lokasi WSL tepat berada di kelengkungan bumi sehingga tim network memasang dua combat yakni Plengkung dan...
MI/Benny Bastiandy

Pemandian Air Panas Alami di Pasar Cipanas Jadi Daya Tarik Wisata

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:06 WIB
PASAR Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi sumber air panas alami. Saat ini potensinya sudah ditata sedemikian rupa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya