Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Djoko Setijowarno mengungkaplan pemerintah perlu mengetatkan pengawasan perusahaan otobus (PO), menyusul terjadinya kecelakaan maut bus di di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (10/3).
"PO-PO bus itu harus ketat, karena tidak semua PO itu sistem manajemen keselamatannya bagus," ujar Djoko kepada Media Indonesia, Kamis (11/3).
Dia menuturkan, selama pandemi, pengawasan terhadap bus pariwisata dianggap tidak maksimal Hal ini, kata Djoko karena menurunnya mobilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan atau berpergian wisata.
"Setahun terakhir kan ada pandemi, orang yang berpergian turun. Nah ini yang menurut saya agak kendor pengawasannya. Inspektor harusnya rutin mengawasi PO, terlebih bagi mereka yang tidak mengantongi izin," jelas Djoko.
Baca juga: Korban Meninggal akibat Bus Masuk Jurang Bertambah Dua Orang
Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menuturkan, penanganan bus pariwisata menjadi tantangan bagi pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk melakukan kegiatan inspeksi keselamatan atau ramp check di terminal.
Djoko pun mempertanyakan apakah PO bus pariwisata Sri Padma Kencana bernomor polisi T 7591 TB yang mengalami kecelakaan tunggal itu sudah terdaftar di Kementerian Perhubungan atau tidak.
Pada Rabu (10/3) pukul 18.20 WIB, dilaporkan terjadi kecelakaan tunggal menimpa bus tersebut yang mengangkut rombongan SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, Jawa Barat, terperosok ke dalam jurang di daerah Sumedang. Total korban tewas akibat kecelakaan Sumedang menjadi 29 orang.
"Akar masalahnya harus dibereskan dulu. Kejadian kecelakaan bus ini selalu berulang. Berarti, ada sesuatu yg tidak beres," pungkas Djoko.
Djoko pun menyoroti kecelakaan maut Bus Sriwijaya yang terjadi di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, pada Desember 2019 lalu, yang menewaskan 25 korban jiwa.
Djoko beranggapan, penyebab kecelakaan bus itu salah satunya ialah lalainya PO bus dalam melakukan fungsi pengawasan bus di lapangan. (OL-4)
Capaian tersebut menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Sebelumnya, di Sumedang telah beroperasi Sekolah Rakyat di Gedung Balai Latihan Kerja. Proses belajar mengajar sudah dimulai sejak 5 Agustus 2025 lalu.
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved