Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI di Kabupaten Cirebon diminta lakukan sistem culik untuk menghindari kekeringan. Sehingga tanaman padi akan selamat saat musim kemarau nanti.
Saat ini sekitar 3.074 hektare sawah di Kabupaten Cirebon, ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Wasman, harus tanam ulang karena puso
akibat terendam banjir. Tersebar di Kecamatan Arjawinangun, Kaliwedi, Gegesik, Panguragan, Gunung Jati, Suranenggala dan Kapetakan.
Bagi yang baru tanam Maret ini berarti baru akan panen pada sekitar Juni. Sedangkan untuk tanaman padi yang tidak puso akan panen sekitar April hingga Mei. Karena panen mundur, petani disarankan untuk melakukan sistem culik.
"Sekitar dua minggu sebelum panen petani bisa membuat benih," ungkap Wasman. Jadi setelah panen selesai, benih pun siap untuk ditanam. Dengan begitu, lanjut Wasman, tanam padi akan terhindar dari kekeringan di musim kemarau mendatang.
"Kami juga sudah sosialisasikan imbauan ini kepada petani," ungkap Wasman. Dia berharap imbauan tersebut bisa dipatuhi oleh petani di Kabupaten Cirebon.
Sekalipun terendam banjir dan harus melakukan tanam ulang, Wasman yakin produktivitas beras di Kabupaten Cirebon tidak akan terganggu. "Dari 45
ribu hektar, rata-rata produktivitas perhektar mencapai 6,4 ton gabah kering giling (GKG)," ungkap Wasman.
Dengan rata-rata dua kali tanam sepanjang tahun, Kabupaten Cirebon masih surplus hingga 102 ribu ton beras. Surplus beras ini yang kemudian dikirim ke sejumlah pasar di daerah lain, salah satunya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. (OL-13)
Baca Juga: Petani Gagal Panen karena Sawah Terendam Banjir
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke lahan pertanian yang ada di Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimujo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Rabu (20/12/23).
Mentan mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai program jangka panjang yang dapat memperkuat posisi pangan bangsa sebagai kekuatan negara.
Presiden Joko Widodo turun meninjau langsung aktivitas petani di Pekalongan. Persisnya pada kelompok Tani Jaya, Desa Keibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Presiden Jokowi meminta para petani segera melakukan tanam untuk meningkatkan produksi padi nasional.
Kondisi Food Estate Gunung Mas saat ini ditanami jagung dan singkong yang tumbuh subur sehingga harus dilanjutkan sebagai lumbung pangan
Percepatan tanam tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi pangan, khususnya padi untuk menjaga kestabilan harga dan menekan impor kebutuhan pangan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved