Jumat 05 Maret 2021, 07:00 WIB

Gubernur Sultra dan Kepala BKPM Lanjutkan Pembicaraa Aspal Buton

mediaindonesia.com | Nusantara
Gubernur Sultra dan Kepala BKPM Lanjutkan Pembicaraa Aspal Buton

Ist
Gubernur Sultra Ali Mazi melakukan kunjungan kerja dengan bertandang ke kantor BKPM di Jakarta, Rabu (3/3).

 

SEUSAI mendampingi kunjungan kerja (kunker) Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ke kawasan pengembangan aspal Buton di Kabupaten Buton, Minggu (28/22021) lalu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menindaklanjutinya dengan melakukan kunker ke Jakarta, bertandang ke kantor BKPM, Rabu (3/3/2021).

Gubernur bersama sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, bank daerah, dan kepala daerah. Mereka antara lain Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Andi Azis, Direktur Umum Bank Sultra Abdul Latief, Bupati Buton La Bakry, dan Wali Kota Baubau AS Thamrin. 

Gubernur Sultra bersama rombongan tiba di kantor BKPM sekitar pukul 16.30 WIB dan baru meninggalkan kantor tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. Pembicaraan intens itu merupakan kelanjutan tentang pengembangan aspal Buton.

Beberapa poin penting pembicaraan itu antara lain, rencana untuk menjadikan Buton sebagai kawasan industri aspal Buton, yang menjadi bagian dari agenda strategis nasional. Pemerintah daerah sendiri akan melakukan penertiban-penertiban Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kawasan itu.

IUP pertambangan aspal yang masa berlakunya telah lewat, dan tidak ada upaya perpanjangan yang diiringi dengan aktifitas investasi yang serius, akan dicabut.

Salah satu materi penting yang dibicarakan adalah pemberdayaan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di daerah. Hal ini menjadi perhatian khusus, baik oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Sultra Ali Mazi, maupun Bupati Buton La Bakry.

Menurut Kepala BKPM, anak-anak daerah harus menjadi miliuner dengan mengelola potensi yang dimiliki daerahnya.  Mereka didorong untuk dapat mengambil peran besar dalam pengembangan aspal Buton, dengan menjadi wirausaha sektor pertambangan dan usaha turunannya. Untuk peningkatan kapasitas permodalan, Bank Sultra dapat memberikan pinjaman hingga maksimal Rp 200 miliar.

Untuk meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan aspal Buton, Kepala BKPM meminta agar pasar aspal Buton dioptimalkan penggunaannya dan dilakukan penetrasi ke pasar global dengan melakukan ekspor.

Terkait dengan hal itu, Bupati Buton mengharapkan adanya regulasi yang mengatur agar penggunaan aspal Buton menjadi hal yang diwajibkan dalam pembangunan jalan di seluruh kabupaten/kota di Sultra.

Hal lain yang turut mengemuka dalam pengembangan investasi di Pulau Sulawesi adalah gagasan Kepala BPKM yang akan menggelar rapat koordinasi (rakor) regional di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah dengan mengundang kementerian ESDM, kementerian kehutanan, dan kementerian PUPR. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Kabupaten Paser, Kaltim Memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 13:11 WIB
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Kideco terus berupaya mendukung berbagai kebijakan pemerintah Indonesia yang berkaitan...
MI/Yose Hendra

Balimau di Masjid, Tradisi Silaturahim Ramadan di Agam

👤Yose Hendra 🕔Senin 12 April 2021, 11:52 WIB
Masyarakat Nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, gelar balimau dengan cara menjalin silaturahmi di masjid...
MI/Dok Humas Riau

Pariwisata Riau Kembali Bangkit

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 12 April 2021, 11:38 WIB
Setelah terpuruk akibat covid-19, Pemprov Riau membangkitkan lagi sektor pariwisata  dengan meluncurkan Calendar of Event (CoE)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya