Selasa 02 Maret 2021, 19:28 WIB

Produksi Miras Skala Rumahan di NTT Tetap Berjalan

Palce Amalo | Nusantara
Produksi Miras Skala Rumahan di NTT Tetap Berjalan

MI/Palce Amalo.
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil sitaan beberapa waktu lalu.

 

ANGGOTA DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Hugo Rehi Kalembu menilai pencabutan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang terkait dengan industri minuman keras (miras) tidak memengaruhi produksi miras lokal di daerah itu.

"Saya kira kita tetap jalan saja karena produksi miras lokal di NTT untuk memelihara tradisi yang sudah berlangsung berabad-abad dan menunjang ekonomi keluarga," katanya saat dihubungi di Kupang, Selasa (2/3). Menurutnya, perpres yang dicabut Presiden Jokowi tersebut mengatur mengenai industri besar minuman keras dengan modal dan ratusan tenaga kerja.

Sebaliknya, di NTT, industri miras lokal dijalankan oleh keluarga di kampung-kampung untuk menunjang tradisi setempat dengan produksi yang juga terbatas. "Nanti didiskusikan apakah produksi miras di NTT hanya dengan perda sehingga ruang berlakunya hanya di daerah setempat," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan jauh sebelum pemerintah menerbitkan perpres yang kemudian dicabut tersebut, Pemprov NTT berupaya meningkatkan produksi miras lokal tersebut termasuk mengemasnya dalam botol dan diberi merek. Tujuannya antara lain agar produksi menjadi berkelanjutan, murah, dan higienis.

Untuk mengingatkan, pada 1 April 2019 Pemprov NTT menandatangani nota kesepahaman (MoU) produksi miras lokal bernama Sophia (sopi asli) bersama Universitas Nusa Cendana. Rencananya, produk ini akan dijual bebas di pasaran.

Sophia diluncurkan setelah lolos uji lab di Laboratorium Biosains Undana. Ia diproduksi oleh oleh salah satu unit usaha di universitas tersebut. Penjualan dan pemasaran minuman tersebut ditangani pengusaha lokal.

Bahan baku minuman ini berasal dari sopi, nama minuman keras yang selama turun-temurun diproduksi masyarakat di pedalaman Pulau Timor dan Rote dengan kadar alkohol bervariasi antara 60%-98%. Kadar alkohol Sophia direncanakan 45%. (OL-14)

Baca Juga

MI/Lina Herlina

Setelah Ekspor Rempah, Sulsel Ekspor Ikan Senilai Rp97 Miliar

👤Lina Herlina 🕔Rabu 14 April 2021, 15:20 WIB
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, kembali melepas ekspor salah satu komoditas di Sulsel. Rabu (14/4) dia meluncurkan program...
ANTARA/Luqman Hakim

Polda DIY Menangkap Dua Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 15:07 WIB
Petugas kepolisian melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli. Saat melakukan transaksi, petugas langsung menangkap JR...
MI/Heri Susetyo

Pandemi Covid Nilai Ekspor Ikan dan Produk Ikan Jawa Timur Naik

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 14 April 2021, 14:47 WIB
Di masa pandemi covid-19, ekspor ikan dan produk perikanan melalui BKIPM Surabaya 1, Jawa Timr justru mengalami peningkatan. Baik dari sisi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya